Anda dapat melihat berapa anggaran yang
dikucurkan negara untuk para
anggota dewan terhormat. Luar biasa
banyaknya. Kalau dianalogikan bahwa menjadi anggota dewan adalah sebuah
komoditi yang bisa dijual belikan dengan harga 130-an juta, maka anda
dapat menghitung berapa untungnya. Untuk mereka tentunya bukan untuk
anda-anda juga saya. Mungkin anda tertarik mencari untung di sana? Coba
sekali lagi lihat berapa untungnya!
Yang sifatnya rutin bulanan adalah
gaji paket Rp 15.510.000; bantuan listrik Rp 5.496.000;
tunjangan aspirasi Rp 7,2 juta; tunjangan kehormatan Rp 3,15 juta; tunjangan komunikasi
intensif Rp 12 juta;
dan tunjangan pengawasan Rp 2,1 juta. Total
berjumlah Rp 46,1 juta per bulan. Jadi, setahun mencapai lebih dari
setengah miliar, Rp 554 juta. ”Pendapatan bulanan ini semua anggota DPR
sama,” katanya.
Penerimaan nonbulanan banyak jenisnya,
mulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap Juni Rp 16,4 juta dan dana
penyerapan aspirasi setiap masa reses Rp 31,5 juta. Dalam satu tahun
sidang ada empat kali masa reses. Ada juga dana perjalanan dinas
komisi, perjalanan dinas ke luar negeri, atau perjalanan dinas saat
reses. Total keseluruhan dalam setahun sekitar Rp 188 juta.
Sementara itu, penghasilan yang
sifatnya sewaktu-waktu adalah insentif pembahasan rancangan
undang-undang dan honor melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang
besarnya Rp 5 juta per kegiatan.
Dengan adanya kebijakan baru berupa
uang insentif legislasi Rp 1 juta per-RUU, semakin menambah lagi
pemasukan anggota DPR. Uang insentif legislasi yang dia terima Rp 39,7
juta.
Apabila keseluruhan
penerimaan negara itu dihitung, total uang yang diterima seorang
anggota DPR dalam setahun hampir Rp 1 miliar. Sebagai anggota DPR yang
tidak terlalu aktif saja, selama tahun 2006, dia menerima Rp 761,3
juta, sedangkan tahun 2007 Rp 787, 1 juta.
>>>>>>>>
Kasihan rakyat negeri
ini mereka menderita sedang orang-orang yang katanya wakil aspirasi mereka
hidup bergelimang kelebihan. Kelebihan segalanya!!!! Kecuali kekurangan
moralitas dalam tubuh tambun mereka.
Kasihan negara ini yang telah memelihara dan memberi tunjangan pada mereka namun kurang kerjanya.
Kasihan…benar-benar kasihan semua, kecuali mereka dan para “saudara” mereka.
Dana sebesar itu
mending dibelikan kerbau, dan dikasihkan pada para
petani yang semakin
menderita saja. Diternak dan berbuah hasil. Petani untung, negeripun
untung!
Abstrak lain tentang Mending Pelihara kerbau