Beberapa kalangan menilai,
pemberitaan tentang mantan Presiden Soeharto memang terlalu berlebihan.
Setiap saat setelah dirawatnya penguasa Orba ini
di RSPP, beritanya
selalui menghiasi media-media berita negeri ini.
Tidak di TV, tidak di
radio, tidak di koran, semuanya memuat berita tentang perkembangan
kondisi Soeharto. Sampai bosan rasa untuk membacanya.
Yang cukup melegakan pemberitaan
tentang penanganan kasusnyapun kian senter dimunculkan, meski tak
seheboh pemberitaan tentang kondisinya. Berita menarik yang baru-baru
ini muncul adalah pernyataan salah satu kuasa
hukum Soeharto. Dia
bicara
etis dan moral dalam penangan kasus perdata yang dihadapi
Soeharto. Aneh memang, hukum kok mengenal etis terhadap orang yang
bersalah. Hukum tetaplah hukum yang seharusnya dalam kondisi seperti
apapun harus ditegakkan. Masalah etis yang sering diangkat karena
kondisi terdakwa yang sakit kerap kali menghambat penegakan hukum di
negeri ini. Terutama kasus-kasus yang melibatkan tokoh-tokoh yang
pernah berperan dalam roda pemerintahan atau juga para pengusaha
superkaya.
Supremasi hukum tidak akan pernah
jalan bila hukum selalu diperlakukan sama seperti itu. Untuk kasus
Soeharto, ada baiknya kasusnya tetap saja dijalankan dan lupakan itu
yang namanya etis atau moralitas. Toh moral juga tidak pernah ada dalam
diri para penguasa negeri ini. Beberapa orang jadi merasa menjadi
pintar, dan terus berucap soal moral ketika suara moral itu dibutuhkan.
Bahkan aku pikir
mereka tidak mengenal yang namanya moral atau bahkan
tidak tahu. Apalagi para ahli hukum yang sok moralis itu. Belajarnya
saja soal hukum, mana tahu dia persoalan moral. Tentu mereka menyadari
kehidupan sebagai lawyer seperti apa, mereka berpihak pada apa
yang mereka bela bukan? Tanpa perlu dijelaskan lebih lanjut, namun
lagi-lagi sebagian dari mereka, saya tidak mengatakan semua.
Lupakan seperti apa kondisi
Soeharto, dan kalo tiba saatnya, tentu akan tiba saatnya untuk kita
mengantar beliau. Tak usah kita ributkan kondisinya, sudah ada yang
mengatur dan mengurusnya. Kalo persoalan maa, itu gampanglah buat kita,
anak cucu negeri ini bukan orang-orang dengan tipe pendendam, mereka
sangat pemaaf. Jangan kuatir masalah itu. Tegakkan saja satu hukum di
negeri ini!www.bintangtimur.worpress.com
Abstrak lain tentang Lupakan Sejenak Soeharto