Senang sekali
bahwa saat ini sebagian
wakil rakyat
kita ada yang masih mau simpati dengan penderitaan rakyat
Indonesia. Ketika
dana intensif legislasi yang beberapa
di antaranya
telah ditransfer ke rekening masing-masing anggota DPR, beberapa
fraksi menolak menerima dana ini.
Fraksi PDI-P misalnya. Secara tegas Sekjen PDI-P Pramono Anung W
mengumumkan bahwa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menetapkan
dana intensif legislasi itu harus dikembalikan. Dia kembali menegaskan
bahwa bila anggota
mereka yang ada di Parlemen tidak mengembalikan dana
itu, mereka akan terancam dalam pemilihan tahun depan.
Selain Fraksi PDI-P, Fraksi PKS-pun menolak menerima dana ini secara
tidak langsung. Dana itu tetap mereka terima dengan catatan bukan untuk
anggota. Tapi untuk kepentingan dana sosial.
Munculnya sikap semacam ini dari Parpol dan wakil rakyat kita tentu
sedikit menimbulkan pertanyaan. Benarkah
aksi mereka ini memang demi
rakyat, atau sekedar aksi jual muka? Bisa saja apa yang mereka lakukan
adalah salah satu strategi mereka untuk meraih simpati rakyat. Aksi
yang langka ini tentu menjadi media yang cukup jitu sebagai “kampanye
awal” pemilu 2009. Namun, aksi ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa
apa yang mereka lakukan memang benar-benar demi untuk merasakan
penderitaan bersama rakyat yang semakin menderita.
Bagaimanapun apa yang mereka lakukan adalah contoh baik yang
seyogyanya mendapatkan apresiasi dari kita. Mereka seperti mau berubah!
Abstrak lain tentang Jangan Ada Dusta Di antara Kita