Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > Ayo Rame-rame Serang Rumah Koruptor

.

Ayo Rame-rame Serang Rumah Koruptor

Pengarang : Khayun Ahmad Noer
Ringkasan oleh : Wijayandaru
Kunjungan : 55  kata: 600   Diterbitkan di: Desember 28, 2007
“Daripada nyerang tempat ibadah orang lain, hanya karena
ketidaksetujuan dan ketidaksamaan mereka dengan kita, mending kita
lemparin batu aja tuh rumah para koruptor. Merekalah yang seharusnya
kita musuhi, dan kita berantas, bukannya orang-orang yang berbeda
keyakinan . Setiap orang memiliki reason dan
logika masing-masing sehingga kita tidak berhak melakukan “kekerasan”
pada mereka. kekerasan intelektual saja seharusnya tidak boleh apalagi
kekerasan fisik, tambah nggak boleh lagi.”Demikian petikan apa yang
disampaikan Dr. Haidar Bagir, di sela-sela beliau menerangkan materi
hermeneutik, dalam rangka menyikapi aksi kekerasan atas nama agama yang
akhir-akhir ini marak terjadi.
Menurut beliau jelas bahwa orang-orang yang melakukan tindak anarkis
seperti penyerangan ribuan orang terhadap tempat-tempat jemaat
Ahmadiyah benar-benar tidak dapat dibenarkan. Apalagi dibenarkan,
membiarkan tindakan semacam ini terjadi saja, itu sudah salah. Tapi tetap saja peristiwa macam ini terjadi.
Dr. Haidar Bagir melanjutkan kata-katanya dengan, “Tapi meskipun patut
bagi kita menyerang rumah-rumah para koruptor itu, namun tetap saja itu
tidak bisa kita lakukan. Meskipun mereka sangat jelas merugikan rakyat
kita tidak dapat menghakimi tindakan mereka dengan tindakan anarkis.
Kembali berkenaan dengan penyerangan terhadap Ahmadiyah, yang saya
tidak habis pikir, alasan yang digunakan untuk melegitimasi acara
menyerang itu adalah dengan mengatakan bahwa pemerintah tidak mau turun
tangan mengamankan mereka, apalagi sudah ada label sesat pada ajaran
mereka. Alasan klise ini sebenarnya. Kalau hanya karena alasan ini
terus orang bunuh-bunuhan, bisa kacau negara ini. Saya pikir ya..mbok
ikuti aturan maennya lah…”Hidup damai merupakan dambaan setiap orang, di manapun itu. Saya yakin adanya pertikaian, pertempuran, bahkan peperangan adalah satu upaya manusia untuk menemukan kedamaian yang diinginkannya, meski dengan jalan yang "agak irasional". Sampai saat inipun saya tidak dapat menerima logika peperangan. Bagaimana di dunia ini bisa ada monster yang bernama "Peperangan" ini? Kalau semua pihak mau menahan diri, senjata-senjata perang tidak pernah dibuat, nafsu buas untuk saling menguasai tidak diumbar, saya pikir kedamaian itu akan ada.
Tindak kekerasan dengan wacana apapun tidak dibenarkan. Kecuali dalam rangka membela diri. Lebih baik ciptakan kedamaian.

Abstrak lain tentang Ayo Rame-rame Serang Rumah Koruptor
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------