Halaman Utama Shvoong > Hukum & Politik > Melihat Keragaman Indonesia, Kini dan Nanti

.

Melihat Keragaman Indonesia, Kini dan Nanti

Summary rating: 2 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Khayun Ahmad Noer
Ringkasan oleh : Wijayandaru
Kunjungan : 174  kata: 300   Diterbitkan di: Nopember 14, 2007
Beberapa
waktu yang lalu, situasi di negeri ini sempat dihebohkan oleh
pengibaran bendera RMS (Republik Maluku Selatan) di depan mata
Presiden. Memalukan sekaligus memprihatinkan. “Sebuah upaya untuk
menunjukkan diri” demikian deadline salah satu surat kabar nasional
saat itu. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia belum berhasil
memanage keberagaman yang ada. Keberagaman
yang ada dibiarkan tumbuh liar tanpa adanya perhatian yang diberikan.
Maka, kemudian yang muncul adalah kasus-kasus semacam, kasus Poso, RMS,
bintang kejora di Papua, dan lain-lain. Ini sudah menjadi bukti
konkrit, bahwa kesadaran akan keberagaman di Indonesia masihlah sangat
minim—baik pemerintahnya maupun rakyatnya. Kesadaran di sini tak hanya
sadar bahwa sejatinya bangsa ini memang berbeda, tapi kesadaran di sini
menekankan pengakuan akan keberadaan yang satu dengan yang lainnya.
Penyadaran keberagaman adalah kunci yang sesuai untuk menghandle
keberbedaan di Indonesia. Ketika
penyadaran ini sudah dilakukan maka terserah keberagaman itu mau
diarahkan ke mana. Ke konsep multikultur dengan multikulturismenya atau
menjadikan bangsa ini sesuai dengan konsep mozaik yang ditawarkan
Radhar. Sebenarnya
hanya perbedaan tipis yang membedakan konsep multikultur dengan konsep
mozaiknya Radhar. Hanya penekanannya saja yang berbeda. Konsep
multikultur menekannkan bahwa semua budaya-budaya yang ada harus diakui
sebagai budaya bangsa dengan hak dan kewajiban yang sama, namun
independensi diri dalam budaya-budaya itu tetap ada. Sedangkan Radhar
menekankan pada pembentukan budaya baru yang diakui bersama. Untuk
mengelola keberagaman di dalamnya, bangsa ini dapat memilih salah satu
dari dua konsep ini. Atau bahkan dapat mengkombinasikannya. Dengan
melihat bahwa multikultur dapat dijadikan jembatan bagi konsep
pembentukan budaya baru, yang baru bisa membentuk dirinya dalam waktu
yang lama. Jadi konsep pertama dapat dikatakan sebagai awal dimulainya
upaya pembentukan budaya baru Indonesia. Bangsa
ini belum selesai membentuk dirinya, bangsa ini masih berproses, dan
mungkin akan terus berproses mencari bentuknya yang paling ideal. Save our culture, save our nation.

Abstrak lain tentang Melihat Keragaman Indonesia, Kini dan Nanti
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------