Bhutto ''
Bebas'' dari
Tahanan Rumah Pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto telah dibebaskan dari tahanan rumah, demikian menurut pemerintah di Islamabad.Sebelumnya
Bhutto dilarang meninggalkan rumahnya di Islamabad, yang ditutup oleh
polisi agar
dia tidak bisa menghadiri aksi protes di Rawalpindi.Penahanan rumah Bhutto dikecam pemerintah Amerika Serikat yang mengatakan dia harus diberi kebebasan bergerak.Polisi
di kota itu bentrok dengan para pendukung Bhutto yang mengabaikan
larangan berunjuk rasa setelah diberlakukan keadaan darurat.Benazir
Bhutto bersumpah untuk mengadakan aksi protes jika Presiden Pervez
Musharraf tidak mencabut keadaan darurat
dan mengundurkan diri sebagai
panglima angkatan bersenjata. Kami menyerukan agar Jenderal Musharraf memenuhi janjinya dan mengundurkan diri sebagai pimpinan angkatan bersenjata Benazir BhuttoSemula
perintah penahanan tiga hari dikeluarkan terhadap mantan perdana
menteri ini setelah dia berusaha menerobos blokade polisi
di luar
rumahnya pada hari Jumat.Ketika berbicara di
luar rumahnya, di depan barikade polisi, Bhutto kembali menyampaikan
tuntutan oposisi agar Jenderal Musharraf mencabut keadaan darurat,
mengundurkan diri sebagai pimpinan angkatan bersenjata dan menggelar
pemilihan sebelum pertengahan Januari."Kami meminta konstitusi kami dikembalikan dan sistem peradilan kami dihormati," kata Bhutto."Kami
menyerukan agar Jenderal Musharraf memenuhi janjinya dan mengundurkan
diri sebagai pimpinan angkatan bersenjata pada tanggal 15 November."Wartawan BBC di Islamabad Chris Morris mengatakan pembangkangan Bhutto memperbesar kemungkinan protes massa.Dia
sebelumnya dijadwalkan untuk berbicara pada aksi protes besar di
Rawalpindi, tetapi ribuan polisi dikerahkan untuk menutup jalan-jalan
raya.Kekhawatiran Gedung PutihAmerika
Serikat, yang selama ini menjadi pendukung utama Presiden Musharraf
dalam perang melawan milisi pro Taliban, mengecam larangan terhadap
Bhutto."Mantan Perdana Menteri Bhutto dan para
anggota partai politik lainnya harus mendapat kebebasan bergerak dan
semua pengunjuk rasa dibebaskan," kata juru bicara Dewan Keamanan
Nasional AS Gordon Johndroe. "Kami tetap
mengkhawatirkan keadaan darurat yang masih diberlakukan dan pembatasan
terhadap kebebasan dasar, dan mendesak aparat Pakistan untuk segera
memulihkan undang-undang dasar dan norma-norma demokrasi."Ancaman keamananSebelumnya,
Wakil Menteri Penerangan Pakistan Tariq Azim mengatakan kepada BBC
bahwa Benazir Bhutto "tidak dalam tahanan rumah atau pun ditahan"
tetapi dilindungi "untuk keselamatannya sendiri". Dia
diminta untuk tidak melakukan pawai ini dengan
menimbang ancaman keamanan seperti yang terjadi pada tanggal 18 Oktober Tariq Azim Wakil Menteri Penerangan PakistanPolisi
mengatakan pembom bunuh diri berencana untuk menyerang aksi massa di
Rawalpindi. Bulan lalu, Bhutto selamat dari upaya pembunuhan di Karachi
yang menewaskan hampir 140 orang."Dia diminta
untuk tidak melakukan pawai ini dengan menimbang ancaman keamanan
seperti yang terjadi pada tanggal 18 Oktober," kata Tariq Azim. Polisi menutup jalan-jalan utama ke Rawalpindi dan menutup beberapa jalan di sekitar lokasi pawai.Musharraf
memberlakukan keadaan darurat Sabtu lalu, dengan alasan untuk mencegah
kekerasan oleh kelompok militan dan sikap membangkang Mahkamah Agung.Sekutu berhargaPada
hari Kamis Jenderal Musharraf berjanji bahwa dia akan menggelar
pemilihan parlemen sebelum 15 Februari - mundur satu bulan dari jadwal
sebelumnya.Musharraf juga kembali berjanji
akan mundur sebagai panglima angkatan bersenjata, jika Mahkamah Agung
mensahkan pemilihan kembali dirinya sebagai presiden untuk masa jabatan
yang baru.Namun, Bhutto menepis janji itu
sebagai "tidak jelas". "Ini satu pernyataan yang tidak jelas lagi. Kami
ingin dia melepas seragam militernya sebelum 15 November," katanya.Jenderal Musharraf mengumumkan keputusannya untuk menggelar pemilihan setelah mendapekanan dari Presiden AS George W Bush. Pada
hari Rabu, Presiden Bush berbicara melalui telepon dengan pemimpin
Pakistan itu dan mendesaknya untuk mencabut keadaan darurat dan mundur
sebagai panglima angkatan bersenjata.Tetapi dia juga mencatat bahwa Jenderal Musharraf selama ini adalah "sekutu yang berharga".Sumber: www.bbcindonesia.com
Abstrak lain tentang Bhutto ''Bebas'' dari Tahanan Rumah