Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

www.detik.com

oleh: RosaDiharso    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}

Menurut survey dari sebuah lembaga pemerintahan mengenai kenakalan remaja dewasa ini sungguh menunjukkan angka yang signifikan. Terutama untuk kenakalan remaja yang mengarah kepada kekerasan seperti misalnya tawuran antar pelajar. Angka untuk enam bulan terakhir saja sudah menyentuh anga 300 an kasus tawuran antar pelajar. Sungguh angka yang mengerikan untuk ukuran Indonesia yang merupakan negara yang mayoritas penduduknya sangat menjunjung budaya anti kekerasan. Angka yang ironis bagi sebuah bangsa yang memiliki budaya tepo seliro, budaya timur yang menjunjung nilai-nilai leluhur yang bernorma agama yang agung. Namun kenyataan yang ada saat ini jika melihat angka di atas untuk kasus tawuran antar pelajar, miris rasanya kita ini.

Lantas apa yang membuat semua ini bisa terjadi? Adakah solusinya untuk mengatasi masalah tersebut? Siapakah yang bersalah untuk semua ini? Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang nampaknya pertanyaan-pertanyaan ini akan terlintas dalam pikiran semua orang. Kaum agamawan, pelajar, kalangan mahasiswa, para pendidik, pengangguran seperti saya ini pun mungkin dalam benaknya memiliki pertanyaan dan pemikiran yang sama untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Perlu renungan yang mendalam dan fikiran yang jernih untuk bersama-sama mencoba mencarikan solusinya atas permasalahan ini. Banyak faktor yang menjadi latar belakang yang menjadikan keadaan ini semakin menjadi. Bukan pada tempatnya lagi kalau saat ini kita saling menyalahkan. Habis energi kita kalau satu sama lain kita saling menyalahkan yang pada akhirnya semua hanya sia-sia belaka tidak ada ujung-unjungnya.

selengkapnya di http://seputaresde.blogspot.com
Diterbitkan di: 23 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.