Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Teknologi & Internet>Situs Web>Analisis POPULARITAS SITUS WEB DI INDONESIA

Analisis POPULARITAS SITUS WEB DI INDONESIA

oleh: KomarudinTasdik     Pengarang : Akbar Karim
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

POPULARITAS SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH


/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

Salahsatu cara dalam mengukur popularitas situs web pemerintah daerah yaitu dengan menggunakan perangkat yang dapat memperingkat popularitas situs web pemerintah daerah, dengan menggunakan parameter evaluasi Efektifitas (Popularitas Link dan Peringkat Traffic), Kecepatan (Waktu Loading), Isi Situs Web dan Kesiapan Menuju e-Government terhadap masing-masing pemerintah daerah.

Tujuan

Tujuandari penelitian ini bagi penulis dan masyarakat umum adalah tersedianya suatu alat ukur untuk melakukan evaluasi dan pemeringkatan popularitas situs web pemerintahan daerah tingkat provinsi, kotamadya dan kabupaten di Indonesia, berdasarkan kategori parameter Efektivitas, Kecepatan, Isi Situs Web dan Kesiapan Menuju e-Government.

Metodologi

Dalampenelitian ini dipilih pendekatan pemberian bobot atau nilai terhadap subkategori-subkategori parameter Efektivitas, Kecepatan, Isi Situs Web serta Kesiapan Menuju e-Government yang menitikberatkan evaluasi pada segi popularitas situs web pemerintah daerah.

Penentuanbesar bobot masing-masing parameter berdasarkan pertimbangan penulis sendiri, dengan memberikan bobot yang lebih besar pada parameter Efektivitas 55%, karena penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi segi efektivitas yaitu mengukur tingkat popularitas situs web pemerintah daerah. Kemudian diberikan bobot masing-masing 15% pada parameter Kecepatan, Isi Situs Web dan Kesiapan Menuju e-Government, untuk mendapatkan total bobot evaluasi 100%.

Hasil

Saatini terdapat 316 situs web pemerintah daerah yang dapat diakses. Mayoritas situs web pemerintah daerah baru memperhatikan segi kualitas, sedangkan segi efektivitas untuk meningkatkan popularitas situs web belum dilakukan, padahal sebagus apapun kualitas situs web jika tidak memperhatikan segi popularitas, maka kualitas yang bagus tersebut kurang optimal.

Berdasarkanpenelitian yang dilakukan, situs web pemerintah kota Yogyakarta menduduki peringkat pertama, disusul oleh situs web pemerintah kota Tarakan dan seterusnya hingga peringkat terakhir yaitu situs web pemerintah kabupaten Lamandau.

Sebagianbesar pengelola situs web pemerintah daerah masih belum mengoptimalkan efektivitas situs webnya hal ini dapat dilihat dari banyaknya situs web pemerintah daerah yang memiliki nilai popularitas link (total eksternal link pada situs lain menuju ke situs web yang kita miliki) yang masih minim serta nilai peringkat traffic yang masih terlalu besar, yang berarti jumlah kunjungan ke situs web pemerintah daerah masih belum terlalu banyak. Waktu loading yang dimiliki oleh sebagian besar situs web pemerintah daerah umumnya 1 hingga 5 detik. Ini menunjukkan bahwa hampir semua pemerintah daerah peduli akan pelayanan melalui media online sebab waktu loading yang terlalu lama akan menyebabkan pengguna situs enggan untuk menunggu sampai loading selesai.

Sebagianbesar situs web pemerintah daerah sudah menampilkan informasi minimal (profil daerah, batas wilayah, potensi daerah, pariwisata dan lainnya) tetapi masih banyak situs web pemerintah daerah yang tidak menyajikan informasi peluang investasi dan informasi fasilitas kota (transportasi, akomodasi, rumah sakit dan lain sebagainya). Namun sebagian besar situs web pemerintah daerah sudah memiliki search engine, yang sangat membantu pengunjung situs web pemerintah daerah.

Hampirseluruh situs web pemerintah daerah di Indonesia tidak menyediakan pelayanan publik online, hanya tersedia prosedur pembuatannya yang masih dikerjakan secara manual, kecuali beberapa situs web pemerintah yang sudah menyediakan fasilitas e-Procurement (Pelelangan Tender online). Kemudian hampir semua situs web tidak memiliki fasilitas pembayaran layanan publik secara online, dan terakhir belum semua situs web pemerintah daerah menyajikan informasi finansial (anggaran daerah) sebagai wujud transparansi kepada masyarakat umum.

Diterbitkan di: 13 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.