Pertumbuhan perangkat yang mendukung akses data menyebabkan
melonjaknya konsumsi data. Seiring dengan hal ini, Ericsson dalam
laporannya memperkirakan lalu lintas data di dunia akan tumbuh 15 kali
lipat pada akhir 2017.
Ericsson juga memperkirakan pada lima
tahun ke depan, 85 persen populasi di dunia akan menikmati internet
lewat 3G pada 2017. Data itu seiring dengan prediksi total pelanggan
seluler akan mencapai hampir 9 miliar.
"Saat ini total nomor aktif (subscription)
mencapai 6,2 miliar di seluruh dunia sampai kuartal pertama 2012. Dari
total tersebut, terjadi penambahan 170 juta nomor aktif, dengan
penambahan di Indonesia mencapai 9 juta nomor aktif, pada kuartal
pertama," ujar Vice President Marketing and Communications Ericsson
Indonesia, Hardaya Syintawati, 19 Juli 2012.
Tren melonjaknya lalu lintas perangkat mobile berbasis
data ini, lanjut Hardaya, dibuktikan dalam kuartal pertama 2011 dan
2012 yang mencapai dua kali lipat. Sedangkan, pertumbuhan trafik data mobile antara kuartal empat 2011 dan kuartal 2012 mencapai 19 persen.
Dalam
laporan tersebut, Ericsson juga memprediksi bahwa pada 2017 nanti
setengah dari populasi dunia akan dijangkau jaringan 4G. Pada lima tahun
mendatang, Ericsson memprediksi pengguna smartphone akan mencapai 3 miliar, meningkat dari 700 juta pada 2011.
"Jumlah mobile broadband
akan menjadi 5 miliar pada 2017, dibandingkan 1 miliar yang terjadi
pada akhir 2011 lalu," katanya. Ia menyebutkan keterjangkauan smartphone mampu mendorong trafik data.
Solusi Ericsson
Menyadari
hal tersebut, perusahaan jaringan global, Ericsson menyediakan solusi
untuk memaksimalkan kapasitas akses, Heterogenous Networks (HetNets) dan
Wifi Offroad. "Tantangan operator saat ini adalah penambahan kapasitas, ini penting," ujar Hardyana.
Solusi Heterogenous Networks (HetNets) merupakan jaringan yang menghubungkan komputer dan perangkat lain dengan sistem operasi atau protokol yang berbeda. Sedangkan Wifi Offroad adalah sebuah kustomisasi jaringan data pengguna ke jaringan Wifi secara otomatis. Konsepnya yakni Wifi Seamless, di mana pengguna tak perlu lagi mengatur secara manual pergantian dari jaringan 3G ke Wifi.
Untuk
saat ini, Ericsson sedang mengkaji penerapan solusi ini dengan beberapa
operator. "Kami perlu pelajari mitra yang terpercaya, karena ini kan
menyangkut jaringan yang luas, kami pelajari bisnis modelnya," ujar
Hana.
Selain solusi tersebut, ia berharap pada penerapan
teknologi 4G atau Long Term Evolution (LTE) yang menawarkan
fleksibilitas di berbagai jaringan frekuensi, baik di jaringan 700 MHz,
1800 MHz atau 2,3 GHz. "Namun kan harus menunggu regulasinya,"
tambahnya.