Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Renovasi pasar

oleh: therib     Pengarang : lidi wilaha
ª
 
STUDI KELAYAKAN RENOVASI PASAR
(Bagian 1)

Bangunan-bangunan yang merupakan fasilitas umum yang telah lama, usang atau tidak dapat mengikuti kebutuhan, aspirasi atau perkembangan masyarakat pengguna, perlu untuk diadakan perbaikan, perbaharuan. Renovasi berasal dari bahasa Inggris, kata Renovation. Renovasi bersinonim dengan renewal, repair, redecoration, reformation, transformation dan reconstruction, yang berarti memperbaiki atau memperbaharui.

Renovasi atau pembaharuan kembali bisa dimulai dari perubahan konsepnya, prosesnya atau pelaksanaannya, bahkan bisa saja total dari mulai konsep, proses sampai dengan pelaksanaannya. Perbaharuan dari sisi konsep misalnya dari konsep perencanaan bangunan pasar, berubah menjadi konsep bangunan parkir umum, museum dst. Dari sisi proses desain misalnya dalam proses mendesain, misalnya asalnya arsitek melibatkan user dan warga masyarakat sekitar, sedangkan dalam tahap renovasi arsitek tidak lagi melibatkan user dan masyarakat sekitar. Renovasi total, apabila mulai dari konsep, proses maupun pelaksanaan, terjadi perubahan menyeluruh.

Studi kelayakan selalu dan seyogyanya dilakukan sebelum memulai membangun sesuatu, termasuk dalam hal me-renovasi, apalagi untuk sebuah fasilitas umum seperti pasar. Dalam hal renovasi sebuah bangunan pasar, studi kelayakannya meliputi 2 bagian utama yaitu permasalahan makro dan permasalahan mikro. Butir- butir permasalahan tersebut di antaranya :

A. Permasalahan Makro

Hal yang harus dikaji dalam permasalahan makro antara lain : masalah kebijakan publik, rencana maupun yang telah dilaksanakan, rencana strategi / perencanaan umum wilayah kota, kesemuanya, baik yang sudah maupun sedang dan akan berlangsung. Tentu saja, masalah kebijakan daerah atau kota tersebut tidak boleh bertentangan dengan kebijakan di tingkat lebih atas/ luas. Jadi sebelum dilakukan renovasi pasar, perlu diadakan pengkajian terkait masalah kebijakan makro, yakni kebijakan di tingkat lokal/ daerah (distrik, kota), pusat (nasional, misalkan dalam rangka menjaga stabilitas nasional, keamanan, bahaya bencana alam), bahkan kesepakatan international (misalnya, adanya zona hijau agar menjaga lapisan ozon bumi dari kerusakan).

Demi tercapainya kesetimbangan, keberlanjutan dan keselarasan dalam tataran makro, meski cost dan waktunya menjadi lebih banyak (lama) dibandingkan jika dilakukan kajian masalah secara mikro saja. Tetapi yakinlah, bahwa akan lebih banyak lagi cost dan waktu bahkan perhatian dan tenaga yang tersita jika tidak dilakukan kajian tersebut. Karena akan adanya banyak perbaikan -perbaikan susulan (parsiil, tidak sistemik) yang dilakukan (bagi sumber daya renewable) -sedangkan bagi sumber daya yang unrenewable, memerlukan proses jutaan tahun untuk mengembalikan seperti semula- juga di segala sektor terkait kelestarian ekologi /system lingkungan hidup, habitat manusia (kumpulan manusia) yakni masyarakat secara utuh dalam sebuah bangsa yang saling kait terkait serta mendukung satu sama lain. Kebijakan publik adalah kebijakan yang mengatur manusia, tentu saja sangat penting adanya satu persepsi antara daerah dan pusat, lokal dan nasional bahkan internasional, agar tidak terjadi mis-persepsi dan dis-orientasi sosial, dan bukan tidak mungkin terjadi bentrokan maupun pertengkaran (konflik) antar berbagai kepentingan, yang pada akhirnya berkonsekwensi pada ketidakancaran program pembangunan tidak terlaksananya pelaksanaan renovasi.

B. Permasalahan Mikro

Setelah permasalahan makro teratasi, atau minimal sudah dilakukan kajian intensif/ mendalam, berikutnya dilakukan studi kelayakan untuk permasalahan mikro. Yang dimaksud mikro di sini adalah masalah perencanaan dan perancangan yang berkaitan dengan aspek site dan bangunan, antara lain:

a. Letak dan Luasan site

Faktor strategis tidaknya untuk sebuah pasar, jangan sampai para pedagang tidak dapat menjual barang mereka karena lokasi site tidak tepat. Lokasi yang tepat untuk sebuah pasar adalah sebuah perempatan atau dibuatkan jalan lingkungan di dan ke site tersebut, selain agar dapat dilihat dan mudah dijangkau oleh siapa saja oleh calon pembeli (lihat pembahasan view dan aksesibilitas site), juga penjual tidak repot dalam membawa, menjual barang dagangan mereka atau menerima kiriman barang mereka.

Luasan site terkait dengan aspek-aspek kegiatan yang akan ditampung didalamnya. Sebuah pasar memiliki kegiatan pokok antara lain, los pedagang, akses calon pembeli, akses barang, pengelola pasar dan transportasi penjual maupun pembeli, juga bak sampah dan saluran pembuangan. Jadi luas sebuah fasilitas pasar sangat tergantung kepada volume, jumlah/ isi dari jenis kegiatan. Semakin besar volume kegiatan, semakin besar luas site yang dibutuhkan; semakin banyak barang yang diperjualbelikan, akan semakin besar site yang dibutuhkan, dst.

b. View

Sebuah fasiitas umum, faktor view seyogyanya ada. View bisa diadakan atau dipilih baik secara alami, maupun buatan. Misalnya letak pasar ada di dataran tinggi (alami, natural), berarti view inside pasar sudah cukup baik sehingga tidak perlu banyak perencanaan maupun perancangan untuk menambah nilai faktor view site. Sedangkan jika pasar berada pada suatu lembah, view hanya bisa dilihat dari atas, bisa perencana tambahkan dengan meninggikan site, jika terlalu mahal, bisa dilakukan dengan memberi portal pada gate/ pintu masuk utama agak tinggi, atau beberapa menara pasar dan dilengkapi dengan beberapa lampu spot di seputar site (malam). Sedangkan view untuk outside (keluar) site bagi sebuah pasar sebetulnya tidak cukup signifikan penting, tetapi tentu saja, penataan sekitar site juga harus ada, misal dengan penataan pepohonan hijau, rerumputan dan penggunaan paving block dan texture alami seperti batu andhesit, batu kali, kerikil (penataan lanskap site).

c. Aksesibilitas Site

Akasesibilitas site meliputi akses di dalam dan di luar site. Akses di dalam site antara lain diperuntukkan bagi transportasi barang (termasuk dropping area), mobil, motor, becak, bajai atau gerobak. Juga ada akses bagi pejalan kaki dengan alat pengangkut barang maupun barang dagangan jinjing (handbag, portable things). Juga akses untuk parkir sepeda, roda 2 dan roda 4 (mobil), truk. Sedangkan akses di luar site yang dimaksud di sini meliputi : bagaimana agar arus / lalu lintas kendaraan maupun pejalan kali umum tidak macet akibat adanya fasilitas pasar tersebut. Sehingga di atas, kami sebutkan bahwa lokasi yang strategis adalah di perempatan, karena akan mempermudah akses ke pasar. Seyogyanya site pasar diliputi oleh jalan lingkungan, jalan keliling agar memperbanyak akses keluar maupun masuk, tidak banyak timbul kemacetan. Perlu juga dibedakan, dikelompokkan antar jenis akses.

Diterbitkan di: 04 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana agar masyarakat kecil (para pedagang pasar, dan pengguna pasar) bisa memahami studi kelayakan ini? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    ada beberapa cara, antara lain : pertama, para pedagang datang dan bertemu atau ngobrol dengan orang yang dianggap faham dan netral terhadap si-kon pasar, baik secara langsung atau melalui email/ jejaring sosial, dan yang kedua para perencana/ ahli datang atau mendatangi kepada para pedagang, bersilaturahim. Lebih baik lagi jika 3 pihak dapat bertemu : pedagang, pemerintah/penentu kebijakan dan ahli/perencana. 13 Februari 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.