Sebagaimana kita ketahui bahwa
salah satu metode pengumpulan data adalah dengan cara wawancara. Apa pengertian
dari wawancara itu? Budiyono (2003: 52) mengatakan bahwa metode wawancara
(disebut pulainterview) adalah cara
pengumpulan data yang dilakukan melalui percakapan antara peneliti (atau orang
yang ditugasi) dengan subyek penelitian
atau responden atau sumber data. Dalam hal ini pewawancaramenggunakan percakapan sedemikian hingga yang
diwawancara bersedia terbuka mengeluarkan pendapatnya. Biasanya yang diminta
bukan kemampuan tetapi informasi
mengenai sesuatu. Dalam jurnal oleh Koichu dan Harel (2007) dikemukakan bahwa: ”A
clinical task-based interview can be seen as a situation where the interview-interviewee interaction on a task is
regulated by a system of explicit and implicit norms, values, and rules”. Dalam
jurnal lain, Hurst (2007: 274) mengungkapkan bahwa: “Interview were chosen as
the main data gathering strategy for the original project because it was felt
that potentially ‘data rich’ environment this afforded would provide the best
context for assesistry and probing for presence of three models of thinking (mathematical
knowledge, contextual knowledge, and strategic knowledge) both before and
following the intervention phase of project”. Dari pengertian wawancara yang
dikemukakan para ahli atau pakar di atas dapat dijelaskan bahwa wawancara adalah
situasi dimana terjadi interaksi antara pewawancara dan yang diwawancarai
dengan pedoman wawancara berdasarkan pada hasil tugas/tes yang telah diberikan
kepada yang diwawancarai. Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data primer yang
terbaik sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian.