Sepeda mentul-mentul. Begitu lah sebutannya. Sepeda unik dari Amerika ini, sepeda yang tidak digenjot seperti sepeda lainnya.
Hanya dengan menaik turunkan badan maka sepeda ini bergerak maju. Tetapi bagi yang melakukan pertama kali akan canggung menaikinya. Porosnya berada dipinggir ban belakang membuat sepeda ini bekerja maju layaknya kereta api lokomotif .
Karena keunikannya tersebut maka sepeda ini menjadi incaran semua orang. Yang mempunyai sepeda ini pun sangat jarang. Contohnya Komunitas PMC(Komunitas Pejambon Mentul-Mentul Community ) yang bisa dibilang satu-satunya komunitas
sepeda mentul-mentul di Indonesia.Komunitas Pejambon Mentul-Mentul Community (PMC) yang bisa dibilang satu-satunya komunitas sepeda mentul-mentul di Indonesia. Bahkan ada yang menawar sampai 5 juta rupiah, anggota ini tak ingin melepasnya.
Tapi jangan kuatir, karena sepeda ini bisa disewa selama 20 menit hanya dengan 10 ribu rupiah.Dari pukul 08.30 hingga 24.00 WIB pada Sabtu dan 07.00 hingga 12 00 pada Minggu, mereka menyewakan sepeda kepada pengunjung Monas.
Uang hasil dari sewa tersebut tidak untuk mereka foya foya,tetap konsumsi, onderdil, dan simpanan kas. Kasnya tersebut sebagai dana cadangan ketika ada acara tertentu, misalnya kegiatan amal. Mereka sering mengadakan bakti sosial, seperti ke yayasan anak jalanan, ke panti yatim-piatu, korban banjir, korban kebakaran, dan aktivitas sosial sejenis.
Selain itu, PMC ini juga mengoleksi sepeda unik lainnya. Mereka memunyai sepeda monyet(Sepeda ini beroda tiga tanpa stang). Dengan dua roda bekas skateboard untuk roda depan maka cara mengendalikannya dengan memiringkan badan ke kanan dan ke kiri.
Juga ada sepeda panjang(Sepeda yg bhanya dari rangka tenda dibuat agar mereka yang tidak mendapatkan sepeda mentul-mentul bisa memboceng sepeda ini dulu). Setelah ada yg lelah baru mereka bergantian memakainya. “Intinya, komunitas PMC ingin menampilkan sepeda yang unik dan tidak biasa,” tegas Didit.