Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Transfer Teknologi

oleh: eagle2013    
ª
 
Definisi transfer teknologi  adalah pergerakan/perpindahan/aliran teknologi dari satu entity ke entity  yang lain (Ramanathan, 1996). Entity yang dimaksud di sini bisa berarti  antar perusahaan dalam satu negara ataupun dari beberapa negara yang  berbeda  Transfer teknologi dikatakan lengkap jika entity  penerima  teknologi dapat menerima, mengerti dengan jelas serta menggunakannya secara efektif bahkan mungkin mengembangkannya menjadi lebih baik. Dulu teknologi mengalir begitu saja dan pihak yang lebih maju teknologinya ke pihak yang masih ketinggalan teknologinya, tetapi sekarang pengertian demikian sudah ditinggalkan. Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan teknologi yang diinginkan. 
Dalam pengertian transfer teknologi, terdapat enam elemen penting yang seiaiu hadir dalam proses transfer teknologi yaitu:
  1. Entity penerima teknologi dikenal dengan istilah "transferee11 dan entity penyuplai teknologi adalah "transferor".
  2. Teknologi yang ditransfer.
  3. Linking Mechanisms.
  4. Lingkungan transferee
  5. Lingkungan transferor.
  6. Lingkungan yang lebih luas.
Banyak negara-negara berkembang sudah menyadari bahwa  teknologi merupakan faktor yang penting dalam perkembangan ekonomi. Perkembangan-perkembangan teknologi membawa pengaruh besar  terutama dalam berbagai sistem produksi yang digunakan dalam berbagai  sektor industri. a Proses Transfer Teknologi.  Usaha pengembangan teknologi memerlukan biaya yang besar ditambah lagi dengan resiko gagalnya juga tinggi membuat para pengusaha harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menanamkan  modalnya. Suatu perusahaan dalam suatu negara bagaimanapun canggihnya  tidak akan dapat membuat semua teknologi yang dibutuhkannya. Sebaliknya, untuk memperoleh semua teknologi yang dibutuhkan dengan  cara membeli juga bukan merupakan cara yang efektif. Untuk itu, banyak  perusahaan yang menerapkan strategi "buat sebagian, beli sebagian" yang  dianggap lebih memungkinkan dan efektif. Untuk menerapkan strategi "buat sebagian", perusahaan  membutuhkan departemen-departemen khusus untuk penelitian dan  pengembangan (R&D), perencanaan teknis, pengembangan SDM, dan lain- lain. Sedangkan penerapan strategi "beli sebagian" memerlukan adanya  proses transfer teknologi baik internasional maupun intranasional. 
Kegiatan yang dilakukan R&D secara garis besar dapat dibagi menjadi mengembangkan dan menyesuaikan teknologi yang ada serta meneliti teknologi baru. Pengembangan teknologi yang ada merupakan kegiatan melakukan perubahan pada teknologi yang ada dalam rangka perbaikan ataupun modifikasi. Penyesuaikan teknologi yang ada difokuskan pada kegiatan menyesuaikan teknologi yang ditransfer dengan kondisi lokal transferee. Sedangkan penelitian teknologi baru lebih ditujukan untuk menemukan teknologi yang belum didapatkan sebelumnya dari transferor.
Proses transfer teknologi bisa dilakukan oleh transferor dan transferee yang levelnya berbeda, antara individu dengan individu, organisasi dengan organisasi, negara dengan negara, individu dengan organisasi, organisasi dengan negara, dan sebagainya.
Ada beberapa motivasi yang mendorong transferee untuk m elakukan transfer teknologi, yaitu: 
  1. Teknologi merupakan variabel yang strategis untuk perkembangan dan pertumbuhan suatu perusahaan 
  2. Tidak ada perusahaan yang dapat membuat semua teknologi yang  dibutuhkannya.
  3. Untuk menghindari biaya R&D untuk penelitian teknologi baru dengan cara langsung meniru hasil penelitian transferor sehingga sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan untuk mengembangkan serta memperbaiki teknologi tersebut.
  4. Untuk menyempurnakan output sehingga lebih sesuai dengan tuntutan konsumen dengan menggunakan teknologi baru.
  5. Untuk meningkatkan kekuatan kompetisi dalam pasar internasional dengan menggunakan teknologi yang dapat memproduksi output yang sesuai dengan standard internasional.
  6. Untuk kebutuhan pertahanan serta kebutuhan politik lainnya.
  7. Untuk dapat mengejar perkembangan teknologi terbaru.

Masih banyak lagi motivasi lain bagi para transferee untuk melakukan transfer teknologi sesuai dengan tujuan dan visi utama perusahaan. 
Kepemilikan suatu teknologi baru yang unik merupakan kekuatan  bagi perusahaan. Kekuatan ini membuat perusahaan tersebut berbeda  dengan perusahaan lainnya bahkan akan cenderung mampu menguasai  pasar. Suatu perusahaan yang telah maju teknologinya mempunyai peluang  yang besar untuk dapat menjadi transferor. Ada beberapa motivasi utama yang mendorong transferor untuk  membagi teknologi dengan transferee walaupun transferee sangat berpotensial menjadi pesaingnya, yaitu:
  1. Seringkali penelitian R&D justru menghasilkan teknologi yang tidak sesuai dengan sektor bisnis perusahaan. Untuk menutup biaya penelitian yang dikeluarkan maka perusahaan akan menjual teknologi pada perusahaan yang membutuhkannya.
  2. Saling menukar teknologi yang dimiliki.
  3. Faktor-faktor politik.
  4. Takut dijiplak, sehingga semua hasil penelitian diberi hak paten sehingga terlindung dari penjiplakan. Jika pesaing menginginkan teknologi itu maka pesaing harus membeli dari perusahaan pemilik teknologi.
  5. Ketidakmampuan mengembangkan teknologi karena keterbatasan sumber daya perusahaan.
  6. Untuk biaya dan gaji SDM lebih rendah yang ditawarkan oleh negara berkembang.
  7. Untuk mengendalikan kemampuan teknologi negara-negara berkembang agar tidak sampai melampaui transferor.
Motivasi-motivasi yang dijabarkan di atas tidak mutlak, masih ada motivasi- motivasi lain transferor untuk melakukan transfer teknologi.
Lingkungan transferee berkaitan dengan kondisi lingkungan di mana transferee menjalankan usahanya. Lingkungan transferee merupakan  faktor yang sangat menentukan berhasilnya transfer teknologi bagi  transferee. Kondisi-kondisi ini meliputi antara lain:
  1. Kemampuan pihak transferee untuk menyerap teknologi yang telah  ditransfer.
  2. Infrastruktur fisik berkaitan dengan fasilitas fisik yang tersedia di lingkungan transferee, misalkan listrik, telepon, jalan raya, dan Iain-lain.
  3. Ketersediaan SDM yang trampil untuk menggunakan teknologi.
  4. Sikap dan komitmen untuk berubah dengan menggunakan teknologi  baru yang lebih efektif dan efisien
  5. Status ekonomi berkaitan dengan keadaan ekonomi di lingkungan  transferee
  6. Status teknologi berkaitan dengan level teknologi yang dapat dicapai  oleh transferee.

Lingkungan t
Diterbitkan di: 29 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.