Mulai dari versi 5, PHP secara build-in mendukung penggunaan database engine berbasis SQL yang bernama SQLite.
Di dalam lingkungan UNIX®, khususnya yang menggunakan sistem instalasi model RPM ( RedHat Package Management ) barangkali SQLite sudah tidak asing lagi bagi para penggunanya, karena program RPM sendiri menggunakan SQLite sebagai library pendukung. Pilihan penggunaan SQLite ini dilakukan karena kesederhanaannya, yaitu pada proses Login dan pengaksesan data yang tidak menggunakan model Client/Server via TCP/IP seperti SQL Server™, MySQL® atau engine lainnya. Kesederhanaan ini di sisi lain membuat security system SQLite patut dipertanyakan.
SQLite dapat diterima sebagai SQL Engine di antaranya karena mengimplementasikan standar SQL92, dan kestabilannya telah teruji dengan baik dalam sistem operasi Windows® maupun GNU/Linux®. Selain itu kesederhanaannya menyebabkan hasil akhir paket software SQLite berukuran relatif kecil bagi sebuah database engine, yaitu sekitar 275 KB untuk versi 2.8.X. Hal ini sungguh mempermudah proses download software tersebut dari situs resminya, yaitu http://www.hwaci.com.
Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya untuk membangun sebuah aplikasi web, ada baiknya Anda mempertimbangkan eberapa kelemahannya, yang di antaranya adalah:
- Tidak menyediakan
AlterTable , sehingga kita harus menghapus table dan membuatnya lagi dari awal kalau ingin menambahkan atu mengurangi jumlah field, dsb.
- Tidak menyediakan fasilitas
Right Join atau
Full Outer Join .
- Tidak menyediakan fasilitas modifikasi view .
- Sistem security yang kurang aman.
Selebihnya adalah seperti database engine berbasis SQL lainnya, misalnya MySQL®, SQL Server™, PostgreSQL, atau Oracle®, SQLite adalah sebuah library yang dibuat dengan menggunakan bahasa C dan embeddable , sehingga program yang terkait dengan library SQLite tidak perlu menjalankan proses RDBMS secra terpisah untuk mengakses database.