Orang senantiasa mengingat
assembler sebagai sebuah alat yang handal pada saat sebuah program berkembang menjadi kompleks dan besar, atau pada saat kecepatan menjadi fokus utama pengembangan program, dan bahasa-bahasa
pemrograman aras yang
lebih tinggi seperti C/C++ tidak lagi dapat memenuhi syarat
untuk menyusunnya.
Assembler memiliki kebebasan penulisan kode yang berbasis struktural atau modular, seperti yang ada di
dalam pemrograman C, atau yang berbasis ''FreeStyle''
coding, yang dapat dibuat lebih efisien di dalam
loop-loop yang ketat, sehingga akan menghasilkan executable yang memiliki kecepatan lebih optimal.
Lingkungan pemrograman untuk 32-bit
assembler memungkinkan penulisan instruksi yang jauh lebih sederhana dibandingkan
dengan lingkungan 16-bit yang lama, di mana
kita masih harus berurusan dengan pasangan register AX:DX untuk sebuah data LONG INTEGER. Seperti juga pemrograman di dalam lingkungan 32-bit protected mode Linux system, pemrograman
assembler 32-bit di dalam Windows® agak berbeda dengan lingkungan 16-bit versi DOS seperti yang kita kenal dulu, di mana kita senantiasa berurusan langsung dengan interrupt, dan mengirimkan parameter untuk memanggil fungsi melalui register.
Dalam pemrograman 32-bit yang sekarang, kita berurusan dengan sejumlah besar fungsi Windows® API yang dibuat dengan gaya C, dan memangil fungsi-fungsi tersebut dengan cara pushing parameter ke stack. Dalam hal ini MASM32 menyediakan macro-macro yang menyederhanakan penulisan instruksinya, sehingga kode program kita terlihat lebih rapi dan pendek, serta lebih mudah dibaca ulang untuk menelusuri letak kesalahan.
Besarnya jumlah fungsi Windows® API memang bisa jadi agak menakutkan bagi seorang programmer assembler, karena kita seolah harus mengingat-ingat sejumlah besar parameter, konstan, dan struktur-struktur data. Atau menuliskan ulang sebagian besar data tersebut hanya supaya bisa memangil beberapa fungsi secara lebih leluasa. Tetapi
MASM32 menyertakan include-include file yang sesuai, disertai
library-library yang diperlukan untuk
linking (yang telah ter-optimize), sehingga kita tidak perlu lagi memusingkan hal tersebut. Tapi tentu saja Anda tidak bisa mengharapkan semacam ''
Intellisense'', seperti yang terdapat dalam Visual Studio™untuk para programmer C++. Dan bagi seorang programmer
assembler, hal-hal tersebut bisa dianggap tidak perlu.
File-file yang ada di dalam Zip sudah termasuk contoh-contoh soal yang cukup lengkap untuk memakai
Microsoft® Macro Assembler 32-bit di dalam Windows®, baik untuk pemrograman console, windows, sampai ke OpenGL™ dan Direct3D™. Bahkan ada pula contoh yang melibatkan format PE yang sedang marak saat ini.
Resensi lain tentang www.masm32.com