www.Yahoo.com
Summary rating: 3 stars
78 Tinjauan
Kunjungan:
35255
kata:
600
Diterbitkan di: Agustus 02, 2007
Angkatan Bersenjata Afganistan menyebarkan leaflet, Rabu kemarin, yang berisi peringatan tentang operasi militer di daerah dimana militan Taliban menyandera 21 orang warga Korea Selatan, walaupun pihak tentara Afganistan menyebutkan bahwa operasi tersebut tidak dihubungkan dengan para sandera.
Suatu sumber resmi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebutkan pada hari Kamis, bahwa negerinya dan Amerika Serikat telah membahas kemungkinan operasi militer untuk menyelamatkan para sandera tersebut. Suatu isu tersebar pada siang hari bahwa ada sandera yang telah dibunuh, sementara pemerintah daerah menyebutkan bahwa militan Taliban telah menyetujui sebuah pertemuan face-to-face yang diminta oleh pihak kedutaan Korea Selatan.
Dua orang sandera telah tewas terbunuh, walaupun beberapa sumber berita menyebutkan bahwa tidak ada yang terbunuh. Di propinsi Ghazni, di mana 23 orang warga Korea Selatan disandera pada tanggal 19 Juli yang lalu dalam perjalanan ke Kandahar bagian selatan, para prajurit Afganistan menyebarkan leaflet yang menghimbau warga sipil untuk pindah ke sebuah areal yang dikuasai pemerintah untuk mengantisipasi aksi-aksi militer yang mungkin timbul. Juru bicara Kementerian Pertahanan Jend. Zahir Azimi mengatakan bahwa misi tersebut, yang bisa jadi telah dimulai beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya, telah lama direncanakan, dan tidak berkaitan dengan para sandera Korea Selatan. Akan tetapi munculnya pasukan militer di daerah tersebut akan menempatkan para sandera di bawah tekanan lebih besar lagi. Qari Yousef Ahmadi, yang berbicara untuk militan Taliban, mengatakan kepada The Associated Press setelah lewat tengah hari, bahwa ke-21 sandera yang tersisa tersebut masih hidup, meskipun dua orang wanita sandera sedang sakit berat, dan dapat saja meninggal sewaktu-waktu. Ia menyebutkan bahwa para militan masih menginginkan tuntutan mereka dipenuhi, yaitu pertukaran para tawanan Taliban dengan warga Korea yang masih hidup. Seorang dokter yang mengepalai sebuah klinik swasta mengatakan bahwa para dokter Afganistan akan berusaha mengunjungi para sandera pada hari Jumat dan memberi mereka obat-obatan. Dr. Mohammad Hashim Wahwaj mengatakan bahwa ia mendapat ijin dari para militan, dan tidak tahu apakah upaya tersebut akan berhasil.
Sumber berita: Yahoo! News