Dewasa ini traveling ke luar negeri sudah semakin mudah dan murah saja. Setidaknya dari berbagai komponen elemen biaya sebuah
perjalanan, ada satu hal yang bisa ditekan hingga ke titik NOL, yakni masalah
penginapan atau akomodasi.
Jika selama ini kita hanya terpancang pada penginapan jenis hotel, bed and breakfast, hostel, apartemen saat melakukan perjalanan ke luar negeri, kini muncul satu alternative baru yang kayaknya bakal menjadi tren di masa mendatang, khususnya buat para budget traveler Indonesia.
Program yang disebut dengan ‘pertukaran tempat tinggal’ atau pertukaran rumah ini sudah sangat popular di mata para budget traveler mancanegara. Namun hal ini jelas hanya bisa dimanfaatkan oleh para anggotanya saja.
Di dunia ini ada sebuah organisasi yang mengelola program pertukaran tempat tinggal ini. Untuk bisa memanfaatkan jejaringnya yang terdiri dari lebih dari 10 ribu rumah yang terletak di lebih dari 100 negara di 5 benua, seseorang harus terlebih dulu menjadi anggota. Untuk menjadi anggota terhitung mudah dan murah. Calon anggota hanya perlu melakukan pendaftaran secara online dengan mengisi formulir pendaftaran. Di dalam formulir itu terdapat banyak informasi yang harus diberikan, mulai dari data diri dan juga data (dan foto) rumah yang ingin kita daftarkan sebagai tempat ‘menampung’ sesama traveler lain yang hendak berkunjung ke kota kita. Informasi tentang berapa kamar yang kita sediakan untuk menampung para tamu, kapan kira-kira waktu yang bisa kita alokasikan untuk penampungan, berapa lama durasinya, apa fasilitas yang kita sediakan, di mana letak lokasi rumah kita (di tengah kota atau di pinggiran) harus kita cantumkan.
Nah, lantaran organisasi ini bersifat non profit (nirlaba), maka biaya pendaftarannya pun cukup murah, hanya U$59 untuk periode keanggotaan 1 tahun. Namun saat ini, sedang diadakan promosi di mana anggota baru yang mendaftar (entah sampai kapan promosi ini akan dilangsungkan), maka dia akan mendapat fasilitas keanggotaan selama 18 bulan (bonus 6 bulan keanggotaan). Coba bayangkan, apalah artinya U$59 dibandingkan fasilitas gratis biaya penginapan selama di luar negeri selama periode keanggotaan.
Setelah keanggotaan kita aktif, maka jika kita berencana hendak ke luar negeri, kita hanya tinggal meneliti daftar anggota yang terletak di kota tujuan. Misalnya kita hendak bepergian ke Geneva – Swiss, maka kita bisa menemukan daftar anggota yang tinggal di kota itu. Jangan salah ya, meskipun gratis, rumah-rumah dan fasilitas yang disediakan oleh para member untuk menerima tamu tergolong cukup OK, bahkan tidak kalah dengan fasilitas penginapan berbayar lainnya. Kita tinggal memilih kira-kira pengen tinggal di mana dan melakukan kontak dengan si anggota pemilik rumah.
Keuntungan bergabung dalam organisasi ini adalah disamping kita bisa mengirit biaya penginapan saat di luar negeri hingga ke titik Nol, kita juga bisa menjalin hubungan persahabatan dengan ribuan anggota lainnya yang mungkin memiliki hobi sama dengan kita yakni traveling. Ini suatu hal yang luar biasa! Tidak hanya itu, saat tiba di kota tujuan, kita tidak akan merasa sendirian (asing) lantaran sudah ada teman yang nota bene orang lokal. Keuntungan lainnya, bisa jadi kita bahkan bisa mengirit factor biaya perjalanan lainnya karena ada kalanya beberapa host bahkan memberikan fasilitas lebih daripada yang seharusnya seperti menyediakan makan pagi dan malam untuk tamunya, mengajak sang tamu berjalan-jalan keliling kota saat akhir pekan ataupun mengunjungi berbagai objek
wisata dan tempat belanja yang kerap kali tidak bisa kita temukan atau kunjungi saat mengikuti guided tour. Nah, pengalaman-pengalaman seperti inilah yang menurut saya tidak bisa dibandingkan dengan biaya keanggotaan yang Cuma U$59/tahun.
Saya pribadi sangat menyarankan teman-teman sekalian untuk ikut mendaftar sebagai anggota dari organisasi ini karena dengan demikian keinginan kita untuk melihat dunia luar bisa segera terlaksana dengan biaya murah. Silakan kunjungi situs yang saya bahas ini untuk tahu informasi yang lebih lengkap.