Banyak tanaman
di Indonesia ini yang sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat, namun belum
dibudidayakan secara khusus. Salah satu diantaranya adalah
belimbing wuluh (Averhoa
Bilimbi)
Selama ini, yangsering
menggunakan belimbing wuluh adalah masyarakat Aceh. Pada umumnya, mereka mengolah
belimbing wuluh menjadi penyedap rasa, yang disebut asam sunti. Selain itu mereka
juga menggunakan
air belimbing wuluh yang diperoleh dari proses pembuatan asam
sunti itu untuk mengawetkan
ikan dan daging.
Penulis mencoba
mengkaji lebiih jauh pemanfaatan air belimbing wuluh sebagai
alternatif untuk
mengawetkan ikan dan daging. Untuk itu penulis mengadakan penelitian untuk melihat
ketahanan ikan dan
daging yang diawetkan dengan air belimbing wuluh. Selain
itu, penulis juga mengkaji keekonomisan penggunaan air belimbing wuluh tersebut.
Setelah mengadakan
percobaan dan pengamatan, akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa air belimbing
wuluh dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging.
Selain itu, penggunaan air belimbing wuluh ternyata sangat ekonomis karena mendapatkannya,
hampir tidak memerlukan biaya sama sekali.
Penulis berharap
agar air belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengawetkan
ikan dan daging oleh siapa saja, tidak hanya terbatas pada masyarakat Aceh,
karena telah terbukti mampu mengawetkan ikan dan daging. Selain itu penulis
menghimbau agar tanaman belimbing wuluh dapat dibudidayakan secara khusus karena
dapat mendatangkan banyak manfaat.
Resensi lain tentang AIR BELIMBING WULUH SEBAGAI ALTERNATIF