Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Fungsi UPS| Pengertian UPS

oleh: 3handoyo     Pengarang : 3handoyo
ª
 
Fungsi UPS di wilayah yang memiliki kualitas listrik buruk seperti Indonesia adalah sangat vital. Secara perlahan stavolt semakin digantikan UPS karena stavolt (stabilizer) dirasa semakin tak memadai untuk melindungi peralatan komputer kita.
namun dibutuhkan pemahaman yang cukup untuk memilih UPS yang sesuai kebutuhan kita karena begitu banyaknya brand dan varian UPS yang ada di pasaran saat ini.

Fungsi UPS dan Pengertian UPS
UPS adalah singkatan dari Uninterruptible Power Supply, yang bila di Indonesiakan berarti catu daya yang tak dapat diinterupsi. Interupsi yang dimaksud disini adalah kurang atau kelebihan daya listrik dan mati listrik, sehingga UPS
adalah sebuah perangkat catu daya yang tidak terpengaruh oleh keadaan kurang daya, kelebihan daya dan mati listrik. Bila stavolt hanya berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik, maka UPS modern juga memiliki fungsi itu plus kemampuan memback up kebutuhan listrik sehingga komputer dapat terlindungi dari kerusakan dan data pada komputar anda dapat terselamatkan.

Jenis Jenis UPS
Berdasarkan prinsip kerjanya, terdapat dua jenis UPS yakni Online UPS dan Offline UPS. Online UPS adalah UPS yang sumber power utamanya adalah baterai, dimana listrik dari PLN (AC)secara terus menerus dikonversi menjadi DC dan disimpan pada baterai UPS, untuk kemudian inverter yang terdapat pada UPS mengubahnya kembali menjadi AC karena PSU komputer hanya menerima arus AC. Dengan prinsip kerja yng demikian, online UPS sering disebut sebagai True UPS, karena benar-benar "uninterruptible" dimana tidak terdapat jeda pertukaran daya sama sekali (transfer time) disaat listrik padam. Namun, untuk keperluan maintenence, biasanya listrik PLN dapat di bypass, maka disini dapad disebutkan bahwa Online UPS juga memiliki secondary power yakni listrik PLN.

Adapun Offline UPS adalah UPS yang sumber power utamanya adalah listrik PLN, dimana saat listrik PLN ada, maka ia dibypass dan dikoreksi untuk kemudian disalurkan ke PSU komputer. Dalam keadaan yang demikian, offline UPS memiliki fungsi yang serupa dengan Stavolt (stabilizer). Namun, bila aliran listrik AC dari PLN terputus, maka secara otomatis offline UPS akan mengambil daya dari power sekundernya, yakni baterai. Jeda perpindahan ini disebut swicth time atau transfer time, yang biasanya sebesar kurang dari 4 milidetik (ms). Tentu, disebabkan PSU komputer meminta daya AC, maka offline UPS mesti mengkonversi kembali datya DC dari baterainya menjadi AC lewart inverter yang dimilkinya.

UPS offline adalah jenis UPS yang paling banyak digunakan di Indonesia karena harganya yang bersahabat. Umumnya, oleh para produsen, UPS offline ini diberi nama semacam stanby UPS, Line Interactive UPS, Back up UPS, dll. Namun, kelemahan umumnya UPS ini disamping terdapatnya transfer time adalah terletak pada inverternya. Dimana demi menekan harga, para produsen selalu menggunakan inverter yang murah pada UPS jenis offlone ini. Ini berakibat pada gelombang listrik AC yang dihasilkan dari inverter berbentuk simulated sine wave, bukan pure sine wave, yang pada beberapa kasus tidak cocok dengan power supply yang menggunakan teknologi Active Power Factor Correction (APFC). Walau tidak semua offline UPS memiliki kualitas inverter yang kurang baik, APC SUA100i atau Laplace GTX 1100 adalah antara offline UPS yang memiliki inverter yang baik yang mampu menghasilkan gelombang pure sinewave. Tapi memang berimplikasi pada tingginya harga.

Tips Memilih UPS
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih UPS adalah besaran daya dari UPS. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan patokan wattage PSU anda, jangan pernah menggunakan UPS yang kemampuan dayanya di bawah wattage PSU anda. Secara sederhana rumusnya adalah: (wattage PSU / efisiensi PSU) = wattage UPS. Hanya saja karena satuan daya UPS adalah VA, maka anda harus merujuk pada manual tiap-tiap UPS untuk mengetahui satuan wattnya. Namun, bila anda tidak menemukan besaran watt sebuah UPS, maka anda dapat menggunakan angka Power Factor (PF) 60%. Contoh, wattage PSU 450 watt, efisiensi 82%, maka anda membutuhkan UPS dengan daya: (450/0.82) / 60% = 914 VA, dan ini adalah kebutuhan minimum UPS anda.

hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih UPS adalah fitur yang disediakan. Bila UPS anda telah memiliki fitur AVR misalnya maka anda tidak lagi membutuhkan stavolt. Juga perhatikan, fitur berguna lainnya, semacam softaware management, overload indicator, surge protection, dll. Adapun problem APFC dengan gelombang simulated sine wave sebagaimana yang disinggung di atas, sampai hari ini masih menjadi perdebatan. Itu sebabnya ada baiknya dalam memilih UPS anda menggunakan UPS yang memiliki gelombang pure sinewave, walau harganya cukup mahal. Beberapa brand ternama UPS (recommended) yang ada di Indonesia adalah APC, Eaton, Emerson Liebert, Laplace dan produsen lokal ICA. Namun tetap, panduan dalam memilih UPS di atas mesti diperhatikan. Demikian ulasan tentang pengertian UPS dan fungsi UPS.
Diterbitkan di: 19 Maret, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.