Seberapa penting BIOS harus diproteksi? Basic Input Output System merupakan dasar system yang terpasang tanpa harus instalasi oleh pengguna. BIOS sudah terpasang
pada main board yang tersimpan dalam satu Chip IC (Integrated Circuit). Kemampuan kerja main board dapat ditingkatkan
dengan mengatur BIOS ini, dimana disana diatur optimalisasi memory dan utilitas lainnya yang menyangkut mainboard. Untuk mengakses BIOS
kita hanya perlu menekan tombol DEL
atau F2 pada keyboard ketika computer menyala pertama kali (booting). Berikut isi dari BIOS yakni :
1. Standard CMOS Features
2. Advance BIOS Features
3. Integrated Peripheral
4. Power Management Setup
5. PnP/PCI Configuration
6. Load Fail – Safe Defaults
7. Load Optimized Defaults
8. Set Supervisor
Password 9. Set User Password
10. Save & Exit Setup
11. Exit Without Saving
Untuk pengguna biasa mungkin features BIOS
ini tidak terlalu berguna, namun bagi yang memang memerlukan keamanan Features BIOS ini menjadi hal yang penting. Pada feature No. 2 (Advance BIOS Features) disana terdapat First
boot Divice yang memiliki pilihan Boot Pertama kali dapat melalui CDROM, atau Floppy Disk.
Dengan pilihan boot ini bisa saja orang lain mengakses computer melalui pilihan salah satu diantaranya ( CD ROM atau Floppy). Membersihkan password proteksi pada computer dapat dilakukan dengan teknik boot CD/Floppy ini (catatan : CD/Floppynya telah terdapat system clear password), dengan demikian terkuasailah computer kita yang sebenarnya tidak boleh orang lain meguasainya, atau lebih parah lagi computer kita bisa diformat ulang. Jadi alangkah baiknya bila kita memprotek BIOS kita, dengan cara pilih pilihan Set Supervisor Password dan atau Set User Password kemudian kita masukkan password yang kita inginkan, kemudian Save & Exit Setup.
Resensi lain tentang Uniks_cah@yahoo.co.id