Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Teknologi & Internet>Bisnis Online>Keuntungan dan Resiko Transaksi Online

Keuntungan dan Resiko Transaksi Online

oleh: rajauntung     Pengarang : mochammad
ª
 
Implikasi dari pengembangan ini dirasa ada sisi positif dan negatif.
Aspek positifnya bahwa dengan perdagangan di internet melalui jaringan
online, telah meningkatkan peranan dan fungsi perdagangan sekaligus
memberikan kemudahan dan efisiensi. Aspek negatif dari pengembangan ini
adalah berkaitan dengan persoalan keamanan dalam bertransaksi dengan
menggunakan media e-commerce dan secara yuridis terkait pula dengan
jaminan kepastian hukum (legal certainty).
Masalah keamanan masih menjadi masalah dalam internet. Aspekaspek
yang dipermasalahkan itu antara lain: (1) masalah kerahasiaan
(convendentiality) pesan, (2) masalah bagaimana cara agar pesan yang
dikirimkan itu keutuhanya (integrity) sampai ke tangan penerima,
(3) masalah keabsahan (authenticity) pelaku transaksi, dan (4) masalah
keaslian pesan agar bisa dijadikan barang bukti
a. Keuntungan elektronik commerce
Keuntungan apa saja yang dapat diambil dengan adanya
elektronik commerce:
1) Revenue stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih
menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2) Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar)
3) Melebarkan jangkauan (global reach)
4) Meningkatkan customer loyality
5) Meningkatkan supplier management
6) Memperpendek waktu produksi
7) Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)
b. Resiko elektronik commerce
Dari segi pandangan bisnis, penyalahgunaan dan kegagalan sistem
yang terjadi, terdiri atas:
1) Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan
Seseorang atau seorang penipu yang berasal dari dalam atau
dari luar mentransfer sejumlah uang dari rekening yang satu ke
rekening lainya atau dia telah menghancurkan/mengganti semua data
finansial yang ada.
2) Pencurian informasi rahasia yang berharga
Kepemilikan teknologi atau informasi yang berhubungan
dengan kepentingan consumen/client mereka. Gangguan yang timbul
bisa menyikap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak
yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi
si korban.
3) Kehilangan pelayanan bisnis karena gangguan pelayanan
Bergantung pada pelayanan elektronik dapat mengakibatkan
gangguan selama priode waktu yang tidak dapat diperkirakan.
Kesalahan ini bersifat kesalahan nonteknis, seperti aliran listrik tibatiba
padam, atau jenis-jenis gangguan tak terduga lainya.
4) Pengguna akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak
Pihak luar mendapatkan akses yang sebenarnya bukan menjadi
haknya dan dia gunakan hal itu untuk kepentingan pribadi. Misalnya
seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan,
setelah itu dengan seenaknya sendiri dia memindahkan sejumlah
rekening orang lain kedalam rekeninganya sendiri.
5) Kehilangan kepercayaan dari konsumen
Kepercayaan konsumen terhadap sebuah perusahaan/lembaga/
institusi tertentu dapat hilang karena berbagai macam faktor, seperti
usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha
menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut sehingga mengakibatkan
kepercayaan konsumen berkurang.
6) Kerugian-kerugian yang tidak terduga
Gangguan terhadap transaksi bisnis, yang disebabkan oleh
gangguan dari luar yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran,
praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, atau
kesalahan sistem elektronik, mengakibatkan kerugian transaksi bisnis
yang tidak bisa dihindarkan terutama dari segi financial.
Berdasarkan uraian yang ada, terlihat bahwa melakukan atau
menyusun kegiatan e-commerce tidak semudah kita membalikkan telapak
tanggan. Banyak sekali faktor yang harus diperhatikan dan
dipertimbangkan. Kita harus mengasumsikan bahwa semua keuntungan
yang akan diraih ekivalen (sebanding) dengan nilai kerugian yang
mungkin timbul.
Diterbitkan di: 13 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.