Saya di sana di tengah jalan kecil taman yang gelap dan penuh pohondibawah lindungan malam
dengan sebuah pisau pada belakang saya. Mudah menganggap
orang laki-laki
ini orang Polandia,
karena hampir semua kejahatan dilakukan oleh imigran orang Polandia; di Negeri Inggerispara pemudadisalahkan karena pelanggaran peraturan, di Belgia ada orang Polandia.
Seperti biasapenjahat ini melakukan kejahatandalam bunyi, pikiran dan reaksi cepat yang kabur kacau. Saya sudah tinggal di Brussel selama setahun, dan saya malu karena kemampuanberbahasa Perancis saya terbatas. Oleh sebab itu, saya
tidak mengerti apa yang dia bilang dalam bahasa Perancis. Saya ingat kapan ibu saya menasihati saya untuk memberi semua yang diminta orang laki-laki dengan pisau kecuali badan saya. Berdasarkan ingatan ini, saya menanya kalau dia ingin badan saya, tapi dia menolak, dalam bahasa Inggeris, dansaya berkecil hati. Malahan ia menuntut uang. Saya tidak punya uang, dan dia menjadi marah pada sayaketika saya bilang bahwa saya tidak punya barang berharga apa saja...kecuali badan saya. Suasana hati saya membingungkannya, dan saya menemui dimensi watak saya yang belum dihadapi, seperti kegembiraan saya ketikaada pisau pada belakang saya. Saya dengar suaranya menggetar dengan ketidaktentuan, dan saya terus menceritakan lelucon, dan berkomentar sarkastis tentang ibu mertuanya dan juga tentang orangYahudi yang Afgani. Saya melihat dia berantakan, dan akhirnya dia menjadi tak berdaya. Dia pikir dia jadi gila, dan karena itu, dia berlari dari saya, secepat mungkin. Saya menyimpulkansemua korban perampokan bertindak seperti tidak takut, tertawa, membahas politik, tapi janganbertindaktakut, malahan berpura-pura tak takut, dan perampok akan merasa ketidaktentuan dan berlari dengan cepat. Cerita ini dari catatanJake.
Resensi lain tentang Jalan Kecil Tanam pada Malam