Saya
pernah mendengar seseorang berkata, "Kenapa Italia selalu bertahan
ketika memenangkan sesuatu?" Guus Hiddink menambahkan, "Italia
tidak pernah memainkan
sepakbola atraktif." Ingat, Hiddink
adalah pelatih
yang menangani Korea yang terlibat dalam back to back pertandingan
kontroversial melawan Italia dan Spanyol. Tetap saja, kenapa Italia
selalu membingungkan orang ? Italia memenangkan Piala Dunia
dengan cara
Italia, dengan drama. Apa yang kau harapkan dari tim yang setangguh
paku tapi menyanyikan ''O Sole Mio'' setelah pertempuran melawan Jerman?
Sepertinya semakin banyak kesulitan yang meraka hadapi semaikn bagus
permainan mereka. Mereka selalu tampak
Seperti dalam meraih sesuatu -
seperti dalam sejarah meraka yang kacau dan agung. Sepakbola
Italia tidak untuk para amatir, melainkan untuk supporter sepakbola
yang cerdik. Apa yang didapat dari sepakbola defensif sebenarnya adalah
sebuah orkestra yang canggih dan taktik yang disusun dengan baik. Jika
saya ingin menyamakan mereka dengan tokoh sejarah adalah penyatuan
antara Machiavelli dan Michaelangelo adalah hal yang pantas; penyatuan
antara tanpa perhitungan dan realitas, indah dan mutahir bila
diperlukan. Maestro seperti Marcello Lippi dapat melakukan hal seperti
itu. Apakah Italia pantas cincin
juara sama spektakulernya antara yang
subjektif dan objektif. Serahkan pada Plato yang pernah mengatakan,
"semakin keras usahamu, semakin beruntung kau jadinya." Itu berlaku
untuk semua individu atau seorang juara. Tidak peduli bagaimana
pandapatmu, tapi Ita;ia adalah skuad yang paling komplet, paling
efisien dan paling terorganisir seperti yang dikatakan ahli sepakbola
seluruh dunia. Melewati keadaan susah dan senang, Italia dengan baik
melewati lawan-lawannya dalam setiap kesempatan. Secara teknis, mental
dan taktik gli azzurri
setingkat diatas yang lainnya - meski Argentina selevel sebelum kalah
secara tidak beruntung. DI final, yang memainkan 2 saudara Latin,
negara besar dalam sepakbola dan raksasa budaya, Italia menginginkan
kemenangan dan sengat percaya diri pada saat-saat terakhir pertandingan
dan adu penalti membuktikan hal tersebut. Akhir kisah, Italia sangat
pantas menjadi juara
Resensi lain tentang Ketika Machiavelli dan Michaelangelo bertemu : Kejayaan Gli Azzurri