Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Teknologi & Internet>Mengenal Museum Layang –Layang di Jakarta

Mengenal Museum Layang –Layang di Jakarta

oleh: kembarakhatulistiwa     Pengarang : Ignatius Ferry
ª
 
Mengenal Museum Layang –Layang di Jakarta

Tahu nggk kamu? kalo layang – layang itu nggk cuma sebagai permainan di waktu senggang saja. Tapi lebih dari itu, permainan yang sudah berumur ribuan tahun ini sudah menjadi materi pelajaran ketrampilan untuk sekolah luar biasa dan sekolah internasional. Juga sebagai ritual adat hingga alat perang di berbagai daerah dan negara, bahkan jadi sumber mata pencaharian.

Mau tahu lebih dalam soal layang – layang, coba singgah ke museum layang – layang di bilangan Pondok Labu , Jakarta Selatan. Museum yang didirikan oleh Ibu Endang Puspoyo (57 tahun), diresmikan pada tanggal 21 Maret 2003 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, I Gede Ardika.

Ibu Endang sendiri sudah 20 tahun lebih berkecimpung di dunia layang – layang. Diawali sebagai orang yang hobi bermain layang – layang. Dari kesukaannya itu, melalui usaha Event Organizernya ia sering membuat kegiatan lomba layang – layang sebagai bagian dari event – event promosi yang ia adakan atas permitaan kliennya. Semakin sering ia mengadakan kegiatan dengan layang – layang semakin banyak ia mengkoleksi layangan khas dari berbagai daerah dan negara. Dari koleksi layang – layang itu telah terkumpul sekitar 500 buah lebih itu, tercetuslah ide untuk membuat sebuah museum layang – layang.

Museum ini berdiri di lahan seluas 3000m2. terdiri 2 bangunan yaitu ruang pendopo dan ruang pameran. Bangunan pendoponya sendiri diangkut langsung dari Mojokerto dari kedua bangunan ini dipamerkan sekitar 150 layang – layang dari 500 koleksi dan setiap bulannya diganti dengan koleksi yang lain.

Di museum ini berbagai kegiatan dapat dilakukan dan disediakan dalam berbagai paket Mulai kegiatan nonton film soal Layang – layang, tour museum, membuat layang – layang sederhana, melukis layang – layang hingga pelatihan menjadi trainer pembuat layang - layang. Selain itu juga ada kegiatan lainnya seperti, membuat keramik, melukis payung, membatik dan lainnya.

Museum ini juga sering menerima kunjungan dari sekolah – sekolah luar biasa dan sekolah – sekolah internasional. Kunjungan itu sebagai bagian dari kurikulum mereka. Ketrampilan membuat layangan mempunyai kegunaan baik secara mental maupun ekonomi.

Departemen Pendidikan Nasional telah menjadikan layang – layang bagian dari pendidikan ketrampilan sendiri terutama bagi pendidikan Sekolah Luar Biasa tingkat SMP dan SMA. Ibu yang juga berprofesi sebagai ahli kecantikan ini telah berkeliling ke 10 propinsi di Indonesia selama 2 tahun terakhir untuk memberikan pelatihan tentang layang – layang dengan sertifikasi 100 jam belajar. Selain ke berbagai daerah ia juga sering dipanggil untuk mengajar ketrampilan membuat layang – layang bagi siswa - siswi di berbagai sekolah internasional di Jakarta seperti British Internasional School, Jakarta Internasional School, German, Korea, Gandhi dan masih banyak lagi.

“Layang – layang sangat banyak mempunyai nilai – nilai edukasi, selain itu juga mempunyai nilai ekonomi, berguna sebagai bekal pekerjaan”, ujar nenek dari 2 orang cucu ini. Melalui workshop, pelatihan dan magang, banyak – teman – teman di daerah yang hidup dari layangan, karena menarik untuk para wisatawan”, tambahnya

Museum ini mempunyai 32 karyawan termasuk 8 orang pelatih layang – layang dan 3 pelatih keramik. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa bidang ini telah dapat menjadi sumber ekonomi. Sebagai contoh, Pak Dayat ( 43 tahun), salah satu pelatih dan pembuat layang – layang yang telah bekerja selama 11 tahun ini dapat mengidupi ini 3 anaknya yang masih dalam usia sekolah.

Berbagai kejuaraan layang selalu diikuti atau diadakan oleh Museum layang – layang, baik dalam negeri maupun luar negeri, Ajang yang paling bergengsi lomba layang – layang tingkat dunia adalah Festival International De Cerf – Volant, sebuah festival layang internasional yang diadakan setiap 2 tahun sekali di Paris Perancis.

Andalan Museum Layang – Layang dalam mengikuti lomba tingkat dunia adalah Layangan buatan Ibu endang yang dinamakan Mega Ray. Layangan tanpa kerangka ini berukuran 9 x 27 meter, Selain itu ada juga kreasi andalan lainnya berbentuk Octopus dan Ikan Piranha. Memang ada kepuasan sendiri dari para penggemar layang – layang saat memainkan layangannya. “ Ada kepuasan sendiri jika bermain layang – layang, apalagi kalo layangan itu bikinan sendiri, banyak koleksi saya yang juga saya sendiri mendesain termasuk ornamen – ornamennya , “ ujar Ibu 1 putri dan 2 putra ini.

Rencana ke depan, Museum layang – layang akan mendorong berdirinya Museum di tiap negara ASEAN. Saat ini baru Malaysia dan Indonesia yang mempunyai museum layangan. Di dunia sendiri ada di Washington, Amerika Serikat, Di Jepang ada di kota Showa. Di Kanada terdapat di Pulau Breton, museum ini merupakan kumpulan koleksi dari penemu terkenal Alexander Graham Bell, penemu pesawat telepon.Selain itu juga ada di London, Inggris, Munich Jerman dan Propinsi Shandong di China.

Wah, berarti kita harus berbangga sebagai salah satu negara yang mempunyai Museum Layang – Layang, apalagi dengan bermacam – macam kekhasan layangan di tiap daerah.
Ayo kita bermain layang – layang.. ( Ignatius Ferry )

*.Museum Layang – Layang
Jln H. Kamang / 38 Pondok Labu – Jakarta Selatan
021 7658075
Diterbitkan di: 07 Oktober, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kapan museum layang didirikan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.