Perkembangan terbaru dari studi empiris tentang dampak TI, saat ini tidak hanya mencoba untuk mengkaitkan investasi
TI dengan tangible benefit, namun juga intangible benefit. Hal ini terutama terus mengemuka sejalan dengan makin maraknya imple-mentasi Knowledge Management (KM) di sejumlah organisasi bisnis. KM merupakan upaya organisasi dalam mengelola aktiva intelektual yang dimilikinya melalui praktek-praktek pendokumentasian dan sharing pengetahuan diantara anggota organisasi.
Untuk melakukan pendokumentasian dan sharing pengetahuan ini diperlukan TI untuk mewujudkan-nya, yaitu dalam bentuk pengembangan intranet, extranet dan perangkat pendukung lainnya berupa hardware, software dan telekomunikasi yang dikenal sebagai KM technology. Meski praktek KM diyakini dapat meningkatkan intangible asset bagi organisasi, namun Maholtra (2005) mencoba menyoroti peng-gunaan istilah knowledge management technology dari sisi lain, yaitu hanyalah sebagai perkembangan terbaru atau re-labelling yang dilakukan oleh para vendor TI setelah selama dua dekade terakhir istilah teknologi informasi telah banyak digunakan.