• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Teknologi & Internet>Antara Penggunaan Windows Live dan Perang Budaya

.

Antara Penggunaan Windows Live dan Perang Budaya

oleh : tiwikrama    

Pengarang : Mohamad Shafari
Banyaknya sistem pencari akses dengan beragamnya data internet dalam era globalisasi, ternyata diprediksi melengahkan filterisasi
budaya sebagian bangsa. Bangsa tersebut biasanya dengan taraf ekonomi rendah, terjadi maraknya korupsi; kolusi & nepotisme yang melanda negeri, terlebih dengan sistem politis yang kecut sehingga konsep kenegaraan dari segi teknologi informasi, komunikasi dan modernisasi terbengkalai. Dampak tersebut tidak hanya dilanda Negara Indonesia tercinta ini, akan tetapi hampir sebagian negara-negara di wilayah Asia. Lalu bagaimana dengan negara leader Asia ? seperti Negara Jepang Pemimpin Teknologi atau pandangan sebagian orang pada Negara Cina Pemimpin Monopoli Ekonomi. Prediksinya tidak begitu, cari jawabannya ? Okey... Diantara sampel ke-dua negara tersebut mana yang hari ini memelopori perubahan ke arah yang tepat. Jawabannya...realistis pasti Negara Cina. Lho kenapa begitu..ya Cina sebagian aktivis pelajar dan mahasiswanya sudah memulai mempergunakan penulisan ejaan huruf alphabetikal pada penulisan bahasa Cina itu sendiri, sedangkan Jepang ..wuih adat jangan ditendang bo, akhirnya so pasti Karya Teknologi Negara Jepang semutkhir apapun pada hari ini hanya untuk Kaisarnya tetapi tidak menyerap dari budaya luar.  Generasi peranakan bangsa Cina sudah menduga kalau huruf Cina yang dipakainya harus segera dimusiumkan, tidak relevan lagi, meskipun untuk disebar diseluruh dunia sangatlah susah beradaptasinya. jadi mulailah ke huruf alphabetikal ala USA. Sedangkan Jepang para aktivisnya kalah, terbelenggu dan malah dirodikan untuk Kaisarnya, emang itu watak umumnya tentu perlu ada Samurai-samurai baru. Filter negatif mana yang melengahkan bangsa Asia ? ya..semua member tahu..corong-corong Bangsa Luar Asia, daftar face book, daftar email, buat situs, buat web dan bikinan lainnya ..di mana bermuaranya ? Boleh jadi, misal; bangsa kita "tingkat produktivitas pengiriman data" sudah cukup seabreg di corong-corong itu, sehingga transfer ilmu ke negara luar sudah cukup banyak bo. Chatingan dengan bahasa asal-asalan itu ilmu bo, orang luar mengkajinya...dari sini bisa didapatkan jenis, karakter, watak, perilaku, prinsip, bahkan sampai pada kelemahan dan keunggulannya. Misal ; kata-kata chating nih : "Oi a, Fay takut ma kucing, lho ?". dari kalimat tersebut saja sudah diketahui ; jujur/bohongkah?, takut/tidak takutkah?, bagaimana kalau dikasih kucing/ hewan bukan kucing ?. Jawabannya pada tahu..orang dengan perkatan tersebut mau diapakan, nih!, dijauhi/diserang/diserap/diakali/dimainkan/diiumpankan ? masih banyak lagi brur!. Jadi filter negatif di atas bukan bermakna benar/salah, rugi/untung, ataupun pahala/dosa ya...tepatnya harus bagaimana?.Maksud back to windows live bagaimana ! Ada dong satu dan beberapa negara yang memprakarsai teknologi secara seimbang, tebak saja. Intinya dengan windows live apalagi mail, so pasti selaras dengan instalan sofware microsoft. Apalagi di Indonesia pasti PC-nya (instalasi komputer) kalau tidak menggunakan linux ya pasti lebih dari 75% menggunakan XP !
Diterbitkan di: Mei 19, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.