Menggalang kekuatan dalam menjaring pendukung dalam kampanye politik melalui internet?
Kenapa tidak? Menjelang Pemilu yang akan dilakukan bangsa Indonesia ini di bulan April 2009 yang akan datang, para caleg dari berbagai partai menggunakan berbagai cara untuk meraih dukungan publik. Tidak hanya melalui poster, iklan, baliho, selebaran dan sebagainya di dunia nyata, tetapi juga melalui dunia maya. Sebagai contoh bagi para caleg dan mereka yang ingin mendapatkan dukungan banyak pihak dapat mencontoh
Barack Obama.
Presiden Amerika Serikat terpilih
Barack Obama (47) telah memanfaatkan
internet untuk menjaring pendukung dalam kampanye-kampanyenya dan mengumpulkan dana secara
online. Barack Obama memiliki situs jaringan sosial yang populer. Bahkan tidak hanya di Amerika Serikat namun juga dibanyak negara di dunia. Situs jaringan sosial tersebut antara lain
Facebook, My Space, Linkedin, You Tube, Friendster hingga Twitter.
Pola lama kampanye saat ini memang masih menguntungkan bagi para caleg. Namun bagi caleg-caleg muda sebagian sudah menggunakan situs jaringan sosial untuk mendapatkan dukungan. Mereka mulai mencontoh keberhasilan Obama ketika mencari dukungan saat berkampanye.
Obama dan tim sukses betul-betul memanfaatkan internet sebagai alat menuju kemenangan, apalagi sebagian besar penduduk AS atau sebesar 71,9 persen atau 218,3 juta dari 303,* juta penduduknya menggunakan internet
(catatan InternetWorldStats hingga Nov 2007). Sebagian besar pendukung Obama di dunia maya berada di
jejaring sosial Facebook dan MySpace. Namun pada saat kampanye Obama juga memiliki 45.000 lebih pengikut di jejaring sosial Twitter. Semua aktivitasnya diinformasikan melalui jejaring sosial tersebut langsung kepada sahabat-sahabatnya. Jutaan orang di dunia, tidak hanya di Amerika Serikat dapat menyaksikan pidato Obama di You Tube. Obama juga memiliki blog pribadi, mengajak pendukungnya berperan serta dalam pengumpulan dana melalui online.
Obama juga menulis surat elektrobik (e-mail) pribadinya dan menciptakan video-video ekslusif untuk pendukung onlinenya.
Video Yes We Can yang ditayangkan di
You Tube, dalam dua hari setelah dirilis diklik 698.934 kali. Popularitas Obama dalam jejaring sosial menarik para pemilih muda dan kalangan terdidik Amerika. Obama dan tim suksesnya telah mengubah cara politisi menarik publik Amerika termasuk mengumpulkan dana kampanye melalui online. Obama telah memindahkan politik kepresidenan masuk ke
abad digital.