Patut kita akui, bahwa Jepang
adalah negara yang inovatif dan juga kreatif. Dengan kekratifannya, Jepang
dapat mengubah sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi bahan vital, yaitu semen.
Jepang telah berhasil mengembangkan penelitian pembuatan semen dari sampah.
Yang dipakai dari sampah itu untuk bahan membuat semen adalah abu hasil
pembakarannya. Dan menurut penelitian, abu pembakaran dari sampah tersebut
mempunyai kandungan yang sama dengan bahan yang dipakai untuk membuat semen
pada umumnya.
Dengan ditemukannya semen
berbahan sampah ini (eksosemen), sampah yang dibuang setiap harinya oleh warga
Jepang, menjadi tidak sia-sia. Karena
sampah-sampah akan dijadikan bahan-bahan untuk memproduksi semen lagi. Selain
itu, dengan adanya pembuatan semen dari sampah ini, membuat Jepang menjadi
selangkah lebih maju lagi. Hingga saat ini di Jepang sadah ada dua perusahaan
yang menangani masalah eksosemen ini.
Walaupun bahan semen ini dari samapah, ternyata kualitasnya tidak jauh beda
dengan semen-semen pada umumnya. Bahkan, berdasarkan
hasil pengujian JSA (Japan Standar Association), dinyatakan bahwa
ekosemen mempunyai kualitas yang sama baiknya dengan semen biasa. Sehingga
untuk penggunaan eksosemen ini sadah menjamur di masyarakat Jepang. Bahkan dipakai
untuk pembangunan jembatan, rumah, jalan, dsb.
Jika melihat hal ini, bukankah ini kesempatan bagi kita
mencoba eksosemen di negri kita sendiri. Kita lihat sendiri, bahwa di negeri
kita banyak sekali sampah yang tak terberdayakan, bahkan sampai menjadi gunung
sampah. Kita sering melihat di TV tentang berita sampah longsor yang mematikan
banyak nyawa. Bukankah ini manjadi masalah bagi kita bersama? Apabila kita bisa
turut melakukan seperti yang dilakukan oleh Jepang, mungkin Indonesia bisa
lebih maju dan juga bisa mengurangi ketergntungan pada luar negeri.