Sekilas barang ini mirip dengan dengan kartu kredit atau kartu ATM. Tetapi
kalau diteliti lebih jauh, selain agak lebih tebal, benda ini memiliki “ intelegensi” yang lebih, oleh sebab itu disebut
sebagai “kartu pintar” atau smart card.
Di beberapa negara, smart card bukanlah barang baru. Penggunaannya semakin meluas karena “kepintaran” yang dimiliki kartu ini. Kepintaran yang dimiliki smart card berasal dari chip yang berfungsi sebagai “otak” untuk melakukan berbagai fungsi dan manfaat mulai dari aplikasi yang sederhana sampai yang rumit sekali pun dan aman.
Kemampuan inilah yang kemudian diadopsi oleh beberapa sektor industri. Mulai dari perbankan ( sebagai dompet elektronik atau kartu debet kredit ), di hotel atau perkantoran ( sebagai kartu akses, kartu identitas, ataupun kartu keanggotaan ), di bidang transportasi ( untuk pembayaran tol, pembayaran transportasi umum dan lain – lain).
Perkembangan yang terjadi pada smart card pun terus berlangsung. Kalau dulu, orang harus memasukkan smart card ke smart card readers, namun kini orang hanya perlu mendekatkan kartu sampai jarak tertentu untuk menggunakannya. Sehingga kalau smart card diletakkan di dalam dompet, pengguna bahkan tidak perlu mengeluarkan dari dalam dompet, cukup dekatkan dompet ke contacless smart card readers.
Beberapa keuntungan yang bisa didapat dengan cara ini adalah kartu memiliki daya tahan yang lebih lama karena tidak perlu dimasukkan ke dalam smart card readers yang mungkin bisa membuat kartu rusak atau aus. Keuntungan lainnya adalah proses menjadi lebih cepat. Penggunaannya bisa digunakan di berbagai industri misalnya security, pendidikan, otomotif, sampai IT.