.

srimersing

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Review by : srimersing
Kunjungan: 52
kata: 600
Diterbitkan di: Februari 20, 2008
Street sebagai  Komponen Pembentuk Citra sebuah Kota

Makna ''''street'''' atau yang sering kita sebut ''''jalan'''' merupakan suatu ruang tempat berinteraksi, sehingga fungsi dan kegiatan yang berlansung di dalamnya memberi ciri dan identitas dari sebuah kota. Sebut saja Jalan Malioboro di Jogjakarta, jalan Tunjungan di Surabaya atau yang terkenal ada Orchard Road di Singapura. 
Kevin Lynch (1961) mengungkapkan bagaimana cara kita mempersepsikan pencitraan suatu kota melalui elemen-elemen pembentuk kota dan karakteristik pendukung kota tersebut. Pengertian citra kota dapat didefinisikan sebagai gambaran mental dari sebuah kota sesuai dengan rata-rata pandangan masyarakatnya.
Ada tiga komponen yang sangat mempengaruhi gambaran mental atau pencitraan orang terhadap suatu kawasan, antara lain :
1. Identitas
Adalah tanda-tanda yang ada pada suatu objek berdasarkan keunikannya. Disini dapat digambarkan bahwa orang dapat memahami bagaimana bentuk dari visual-visual yang dihasilkan oleh struktur ruang kota tersebut.
 
2. Struktur
Adalah pola spatial atau pola hubungan antara obyek dengan pengamat, pengamat dengan obyek lainnya, maupun obyek dengan obyek lainnya. Antara pengamat yang sebagai subyek dapat mengidentifikasikan pola - pola perkotaan, hubungan antar obyek maupun hubungan antara subyek dan obyek.
 
3. Meaning
Adalah arti obyek bagi pengamat baik praktis maupun emosional sehingga orang dapat mengalami ruang perkotaan.
Edmund N. Bacon dalam bukunya Design of Cities (1967) menyebutkan bahwa pola pergerakan dalam suatu kota dapat menciptakan persepsi pengamat terhadap bentuk kota. Karakteristik suatu kota merupakan suatu seri visual yang menghubungkan beberapa bentuk arsitektural dengan kondisi yang berbeda. Bacon menyatakan bahwa perancang dapat mengatur cara pengamat memandang suatu karya arsitektural melalui penyelesaian rancangannya.
Gordon Cullen dalam teori Townscape (1961) mengemukakan tiga faktor penting dalam Place yaitu orientasi, posisi dan isi.
 
1. Orientasi
Seri visual merupakan ciri khas sebuah kota, dimana kawasan -kawasan dalam kota tersebut dapat dilihat atau dipahami. Hal yang menjadi titik fokus atau yang diperlukan dalam seri visual ini adalah suatu proses pengamatan didalam gerakan. Dimana Cullen menggunakan istilah "optik" untuk proses ini, yang kemudian dikelompokkan dalam dua bagian yaitu :
a)     Pemandangan yang ada ( existing view ) yang terfokus pada satu daerah saja.
b)     Pemandangan yang timbul ( emerging view ) merupakan fokus pada kaitan antara satu daerah dengan yang lainnya.
2. Posisi
Posisi menurut Cullen, bahwa orang selalu membutuhkan suatu perasaan terhadap posisinya dalam lingkungan dimana dia berada, baik secara sadar maupun tidak sadar.
 
3. Isi
Perasaan mengenai suatu tempat juga dipengaruhi oleh apa yang ada . Kepekaan orang dalam membedakan dan menghubungkan bahan-bahan melalui rupa, warna, pola, sifat, skala terhadap lingkungannya.
            Tugas membangun di dalam kawasan perkotaan adalah mencari titik pertemuan di antara kedua polarisasi atau pertentangan, karena didalam mencari kerangka sebuah tata kota (framework of the urban fabric) harus menjadi konformitas dimana kreatifitas justru mempunyai arti.
srimersing        2008 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.