Uang Tidak Mudah Dipalsukan
Dalam
soal pencetakan uang, teknologi Peruri bolehlah disebut canggih,
dan selalu
mengikuti perkembangan zaman.
Meski sarat dengan teknologi, ada
proses dalam
pencetakan uang yang dikerjakan secara manual. Seperti dalam pembuatan
desain uang - yang merupakan tahap awal proses uang dibuat. Pengerjaan desain masih
menjadi tugas dan karya individu. Bahkan, dari sisi waktu, proses tersebut kadangkala
memakan waktu lama. Apalagi, bila ada koreksi dari Bank Indonesia yang memberi pesanan. Meski tugas individu, para
desainer bekerja secara team work.
Pengerjaan desain dan pengerjaan detail unsur
pengaman-garis guilloche, rosette dan relief-dikerjakan
oleh dua unit kerja yang berbeda. Juga penyediaan dan pembuatan film dilakukan
oleh unit kerja lainnya.
Peruri
mengaplikasikan teknologi prepress modern yang canggih dan mutakhir yang
fully computerized. Teknologi Prepress terdiri dari beberapa komputer
desain, scanner, dan image setter yang terhubung satu dengan yang
lain dalam sebuah jaringan (network). Selain itu dilengkapi pula dengan
"high security design software" yang mampu menghasilkan
beragam anti copy yang handal dan susah dipalsukan. Resolusi yang
dihasilkan image setter tersebut mencapai 10.000 dpi (dot per inch).
Sistem
ini memungkinkan seorang desainer mampu membuat desain uang berikut unsur
pengamanan yang diinginkan, bahkan sampai pembuatan filmnya. Untuk koreksi pun
bisa cepat dilakukan. Dalam hal pengamanan, dengan sistem integrasi ini, Peruri
bisa mengaplikasikan
teknik pengamanan andal sejak desain uang dibuat.
Pada
proses pencetakan uang, setelah desain disepakati dan menjadi film siap cetak,
terdapat tiga bagian. Masing-masing
cetak offset untuk mencetak gambar
dasar. Teknik offset merupakan teknik cetak uang menggunakan mesin simultan,
yang memungkinkan gambar dasar muka dan belakang dicetak secara bersamaan
dengan presisi tinggi.
Teknik ini
memungkinkan terbentuknya unsur pengaman yang disebut recto-verso atau see
trough register, yaitu dua gambar tidak utuh dalam satu tempat muka
belakang yang sangat presisi, jika diterawangkan akan membentuk suatu gambar
utuh.
Selanjutnya,
uang dicetak dengan cetak intaglio. Teknik cetak ini sifatnya unik, karena
membuat uang terasa kasar bila diraba atau tacticle effect. Warna yang
muncul pun berkesan kuat serta menghasilkan elemen halus sampai tebal. Karena
tintanya akan timbul, perlu waktu untuk pengeringan sebelum proses berikutnya.
intaglio bisa ditempatkan di bagian muka saja atau di dua sisi : bagian muka dan
belakang. Interpol merekomendasikan bahwa sedapat mungkin uang kertas dicetak
menggunakan intaglio di kedua sisi. Antara cetak offset dan intaglio
harus nyambung. Bila tidak, menjadi cetakan tidak register. Kepemilikan
mesin intaglio tidak sembarangan. Hanya percetakan uang resmi dan menerapkan
tradisi cetak uang sesuai resolusi/rekomendasi Interpol yang dapat
mengoperasikannya.
Tahap akhir, barulah
pencetakan nomor uang. Di sini pun, diperlukan ketelitian dalam bekerja bila
tidak cermat, bisa gagal. Misalnya, nomor seri tidak rata atau tidak lengkap.
Tinta yang digunakan pun khusus, yang tidak dijual di pasaran umum.
Mesin-mesin ini sudah mengadopsi teknologi tinggi
sehingga tidak diragukan lagi keandalannya dalam menghasilkan uang kertas
dengan tingkat keamanan tinggi (security feature). Dampaknya, uang
keluaran Peruri apabila dipalsukan, sangat sulit untuk menyamai uang aslinya.
Resensi lain tentang Bank Indonesia