Laki-laki malang
itu ditemukan
warga dengan posisi badan terlentang. Sedangkan dari tangan dan
lehernya yang putus menyemburkan darah hingga
ke lantai mushola. Sejumlah warga
pun menutupi korban dengan kain. Salah
seorang warga setempat, Ridwan (40), mengatakan, yang pertama kali menemukan
korban ialah Lili, sekitar pukul 12.30 WIB. "Saat itu, saya mendengar
suara kentongan yang dipukul dengan keras.
Kemudian saya bersama warga lainnya
datang, untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. Saya kaget, ketika melihat
ke dalam mushola, ternyata ada mayat bersimbah darah," katanya,
di Purwakarta, Selasa. Tidak lama kemudian
aparat kepolisian yang dipimpin Wakapolres Purwakarta Kompol Susilo Wardono
kemudian datang ke lokasi kejadian.
Saat itu juga, Susilo menugaskan anggota
Satreskrim Polres Purwakarta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),
dengan dibantu warga setempat dalam melakukan pencarian
kepala korban hingga ke
semak belukar.
Dicurigai sebagai pelaku, polisi langsung menyergapnya
dan segera mengamankan ke Polsek Bojong. Setelah itu, aparat kepolisian bersama
warga setempat memutuskan untuk memompa air sumur hingga kering. Kemudian,
sebuah benda mirip kepala terlihat jelas di dasar sumur tersebut. Untuk
memastikan, akhirnya benda itu pun diangkat menggunakan tambang, dan ternyata
adalah kepala sang ustaz. Setelah seluruh bagian tubuhnya dikumpulkan, aparat
kepolisian membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta,
untuk diautopsi. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP Iwan
Ridwan Saleh, mengatakan bahwa pihaknya sudah menahan tersangka dan kini
diamankan di Polres Purwakarta.
Namun, ia menegaskan, melihat kondisi korban,
kasus tersebut tidak termasuk mutilasi, melainkan hanya pembunuhan sadis dengan
menggunakan benda tajam. "Tersangka akan kami periksa kejiwaannya, dengan
mendatangkan psikiater. Karena saat kami ke TKP, tersangka masih berada di
tempat, sedang mencuci golok," katanya.
Ringkasan lain tentang Guru Ngaji Tewas Tanpa Kepala