Keputusan Mattel menarik kembali
produk-produk mainannya yang dibuat China
karena dugaan terkontaminasi zat-zat beracun memberikan dampak besar terhadap
industri
mainan China.
Banyak pekerja kehilangan pekerjaan meski industri China
tidak bias sepenuhnya disalahkan. Akan tetapi, mainan hanyalah salah satu
industri. China
juga sekarang harus menghadapi kritikan
dan tindakan keras atas produk-produk
makanan, obat-obatan, pasta gigi dan ban. Pemerintah China
menyatakan, hamper 15%
produk makanannya gagal memenuhi pengujian kualitas yang
dilakukan baru-baru ini. China
memiliki 448.000 bisnis pemrosesan makanan, tetapi pasar domestic lebih
mendominasi dan lebih banyak jumlah produsen dan makanan yang aman.
Wakil Presiden Eksekutif Asosiasi
Industri Mainan China
menjelaskan, pabrik-pabrik pembuat mainan
di China
belum terkena pengaruh besar akibat penarikan produk-produk buatan mereka di
berbagai Negara. Namun beberapa
pabrik milik
perusahaan pembuat mainan, Lee
Der, di seputar kota Foshan,
China, telah ditutup
dengan penjagaan yang ketat sehingga tidak ada pekerja yang bisa masuk.
Perusahaan yang sebelumnya membuat satu juta mainan untuk Mattel terpaksa
ditutup karena pemilik perusahaan itu, Zhang Shu Heng, telah melakukan bunuh
diri karena sangat malu atas buruknya kualitas mereka.
BBC menyebutkan, ada lebih dari
10.000 pabrik mainan di China
dan hamper semuanya memproduksi mainan untuk ekspor. Pangsa pasar mainan dari China
itu mencapai 80% pasar mainan dunia. Mattel Inc. perusahaan mainan terbesar di
AS yang baru-baru ini mengumumkan penarikan 18,2 juta lebih produk buatan
China-nya, memproduksi mainannya dari 3000 pabrik di seluruh China.
Ringkasan lain tentang Penolakan Dunia Atas Berbagai Produk China