Sekitar seribu
pelajar dan mahasiswa Kota
Bandung, Sabtu (9/2), tumpah ruah
di Jalan Ganeca depan Kampus Institut
Teknologi Bandung (ITB) menggelar aksi "Plastic Phobia". Peserta aksi
penyelamatan
lingkungan yang dimotori oleh Mahasiswa TekniK Lingkungan ITB itu
terdiri
dari siswa - siswi beberapa SD, SMP dan SMA di Kota Bandung. Acara
"Plastic Phobia" yang merupakan rangkaian akhir dari "Anti
Plastic Campaign Bag" atau Kampanye Anti
Kantong Plastik itu diwarnai oleh
"hapening art" dan aksi seni instalasi dari mahasiswa Design Grafis
ITB. "Semangat merubah budaya penggunaan kantong plastik perlu
dilakukan dari diri individu masing-masing. Upaya ini sangat positif untuk
menghentikan bencana lingkungan akibat kantong plastik di masa depan," kata
Rektor ITB Prof Dr Joko Santoso di sela-sela acara kampanye
itu. Menurut Joko, sudah selayaknya kawula muda lebih peduli dan
ramah kepada lingkungan, karena generasi muda akan menentukan penyelamatan
lingkungan di masa mendatang.
Rektor berharap, kampanye anti kantong plastik
itu tidak berhenti di satu tahapan, namun harus dilakukan secara kontinyu
kepada masyarakat. Kesadaran untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sangat
positif, terutama kepada mereka yang punya aktivitas langsung dengan penggunaan
kantong plastik itu. "Adalah sebuah tantangan bagi kalangan kampus
dan generasi muda untuk mencari solusi pengganti kantong plastik,"
katanya. Sementara itu, para pelajar dan mahasiswa melakukan pawai anti
kantong plastik mengitari beberapa jalan protokol di sekitar Kampus ITB sambil
mengusung poster anti kantong plastik. Selain itu, beberapa karya
instalasi tentang lingkungan juga menyita perhatian pengunjung dan peserta
kampanye anti kantong plastik itu. Beberapa pesannya antara lain "Kantong
Kresek Sudah Mencuri Sisi Bumi Kita Sampai ke Dunia Orang Mati Sekalipun",
"Berjuta-juta Pohon Ditebang untuk Menjadi Korban untuk Menjamin
Keberadaan Sebuah Kantong Kresek" Poster lain bertuliskan
"Keberadaan Kantong Kresek Semakin Menyelimuti Bumi Kita
Tercinta". "Kampanye Anti Kantong Plastik ini difokuskan kepada
generasi muda 16-26 tahun. Kami berharap anti kantong plastik menjadi ’trend’
kalangan anak muda sehingga mereka sadar akan bahaya sampah plastik yang baru
terurai setelah ratusan tahun," kata Ketua Panitia "Anti Plastic
Campaign Bag", Cinta Azwindatari. Kampanye anti kantong plastik itu juga
mendapat dukungan dari sejumlah artis dan aktivis lingkungan dari Walhi, Dewan
Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda.
Ringkasan lain tentang Pelajar dan Mahasiswa Bandung Kampanye ''''Plastik Phobia''''