Aksi
korupsi yang dilakukan seorang
pegawai perusahaan gas sangat luar bisa. Sebagai pegawai rendahan yang digaji Rp 1 juta
per bulan,
bisa mengumpulkan uang sebesar 145 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4
triliun. Uang haram sebanyak itu dikumpulkan dari hasil suap
selama 12 tahun.
"Ini pencurian dalam skala yang
di luar nalar," kata Kolonel Hasan,
kepala komisi antikorupsi Bangladesh,
Selasa (5/2). Si koruptor adalah Abdul Kader Mollah, mantan asisten sales di
Titas Gas Distribution Company, perusahaan gas negara terbesar di negeri itu.
Modus korupsinya adalah menagih konsumennya di lebih murah dari tagihan yang
seharusnya. Dari situ
ia mendapatkan imbalan. Meski selisih tagihan hanya
sedikit, tetapi jumlah perusahan yang ditagih mencapai ribuan. Ia keluar dari
perusahaan itu pada 1997. "Sebagai pegawai rendahan, ia bertugas
memberikan supervisi atas distribusi gas ke kawasan industri terbesar. Dari sana
lah ia mendapatkan duit," kata Hasan.
"Selama 12 tahun bekerja, gajinya sekitar Rp
1 juta per bulan. Namun ia bisa menjadi multimiliarder," lanjut Hasan.
Pria 46 tahun ini bisa bertahan selama itu karena tergolong pegawai paling
ditakuti. Ia juga diketahui punya koneksi pada serikat buruh dan partai
politik. Kekayaan Mollah yang saat ini diperkirakan sudah mencapai dua kali
lipat itu terungkap setelah pemerintah menyelidiki keuangan perusahaan itu.
Tindakan pemerintah ini merupakan bagian dari gerakan antisuap nasional. Mollah
sendiri saat ini sedang diperiksa, meski tidak ditahan. Namun ia melancarkan
serangan balik dengan memasang iklan di 11 koran top di negeri itu. Dalam
iklannya, Mollah menegaskan kekayaannya `hanya` Rp 640 miliar yang diperolehnya
dari kerja keras di Titas. Pemerintah Bangladesh yang berkuasa mulai Januari
2007 setelah kecauan politik, telah menangkap lebih dari 150 politisi termasuk
mantan menteri dengan dugaan menerima suap selama bertugas. Oktober lalu,
pemberantasan korupsi itu melebar hingga ke perusahaan milik negara. Selama ini
Bangladesh
dinilai sebagai salah satu negara paling korup di dunia oleh Transparansi
Internasiona.
Ringkasan lain tentang Pegawai Rendahan Korupsi Sampai Rp 1,4 Triliun