Seksi tak hanya berpatokan dari wajah yang cantik
atau tubuh yang molek, namun
wanita bisa merasakan
Seksi usai berhubungan seks.
Studi terbaru menyebutkan aktifitas
seksual pada pria, wanita, atupun gay
terbukti mampu menaikkan level testosteron, meski efek kenaikan testosteron
lebih banyak dijumpai pada para wanita. Pada wanita kenaikan testosteron
semakin memudahkan mereka mengalami orgasme, meningkatkan rasa percaya diri,
dan membuat mereka jadi semakin terlihat seksi, seperti dikutip dari Discovery
News, Minggu (11/03/07). Hormon
testosteron sendiri memainkan peran penting dalam perkembangan dan pemeliharaan
karakteristik maskulin secara fisik pada laki-laki, meski wanita
juga memilikinya dalam jumlah yang tak begitu banyak.
Dalam studi pertama (ada dua studi dalam riset
ini) disebutkan wanita dan pria bisa merubah
tingkat hormon mereka berdasarkan
seberapa sering mereka berpelukan, bermesraan ataupun bersenggama, yang secara
otomatis akan meningkatkan tingkat testosteron. Naik dan turunnya tingkat
testosteron memang berpengaruh pada kesehatan, meskipun kenaikan yang
terdeteksi masih berada dalam batas wajar. "Studi pertama kita menemukan
efek positif pada kenaikan level testosteron," papar pemimpin studi Sari
van Anders, peneliti dari Department of Psychology, Universitas Simon Fraser,
Kanada, yang melakukan dua rangkaian studi bersama timnya secara terpisah. Penelitian
yang dipublikasikan untuk Jurnal Hormones dan Behavior, meneliti tingkat
testosteron pada 49 wanita sebelum dan setelah berpelukan, bersenggama dan
berlatih fisik.
Setelah melakukan aktifitas
Seks, responden
diminta mengisi kuisioner termasuk pengalaman orgasme, tingkat hasrat seksual,
dan perasaan yang mereka rasakan setelah bersenggama. Dalam hal ini latihan juga
ikut beperan, karena berlatih fisik juga turut mengubah kondisi biokimia
seseorang. Studi mencatat tingkat testosteron pada responden sebelum dan
sesudah berpelukan dan berhubungan seksual, hasilnya level testosteron semakin
naik setelah bersenggama. Semakin tinggi tingkat testosteron, orgasme pada
wanita akan semakin baik, dan ''''perasaan seksi'''' secara seksual semakin meningkat
pada hari berikutnya.
Studi kedua juga meneliti kenaikan tingkat
testosteron namun dilakukan pada responden berstatus single, monogamous (seks
dengan satu pasangan) dan polyamorous. Mereka yang dikategorikan polyamorous
adalah mereka yang memiliki komitmen hubungan seksual lebih dari satu pasangan.
Para peneliti menemukan, mereka yang masuk kategori
poligami memiliki tingkat testosteron lebih tinggi dibanding yang single dan
monogami. Berdasarkan teori, peneliti menyatakan ''''pemeliharaan hubungan'''' dan
persiapan untuk ''''bersaing'''' juga ikut andil dalam peningkatan testosteron.
Secara eksternal persaingan tersebut memberikan efek yang baik sebagai senjata
untuk menangkis pesaing lain, sementara secara internal lebih menyiapkan
individu untuk bersiap memiliki anak.
Sementara studi lain menunjukkan bahwa sperma
yang berasal dari pria yang berbeda harus bersaing untuk membuahi sel telur, meskipun
wanita juga memiliki pengaruh untuk menentukan siapa ''''pemenangnya''''. Peter Gray,
professor assisten dari Department of Anthropology and Ethnic Studies,
Universitas Nevada, Los Vegas,
menyambut baik hasil dua studi yang berhubungan dengan tingkat testosteron dan
hubungannya dalam kaitannya dengan sebuah hubungan dan aktivitas seksual. Gray
sepakat bahwa hubungan sosial dan kelenjar seks (gonads) saling
berpengaruh. Gray juga menyarankan van Anders dkk melakukan studi lebih lanjut
tentang hubungan aktifitas seksual dengan kondisi klinis yang mengakibatkan
menurunnya gairah seksual dan energi.
Ringkasan lain tentang Seks Bikin Wanita Lebih Seksi