Tidak banyak orang hobi
menulis buku harian. Padahal
dengan mengungkapkan segala
masalah, emosi
dan persoalan yang dihadapi dalam
buku harian, langkah ini
bisa jadi terapi untuk menyembuhkan trauma emosional
yang dihadapi. Seiring dengan populernya terapi ini, para
psikolog kemudian menemukan bahwa ternyata bentuk terapi
tulisan ini
Tidak bisa
diterapkan untuk setiap orang. Bentuk tulisan lain mungkin akan lebih berguna
dalam membantu mencapai transformasi pribadi. “Tidak ada bentuk tunggal. Setiap
orang memiliki gaya dan modelnya
masing-masing,” jelas James W. Pennebaker, psikolog dari University of Texas di
Austin. “Selain itu, trauma yang dialami antara orang yang satu dengan yang
lain sangat berbeda.
Kadar kesulitan dan beratnya masalah juga
berbeda,” tegas James. Meski demikian, menurut James, tulisan terutama yang
berisi ungkapan hati, bagi penulisnya sendiri memiliki potensi besar dalam
menyembuhkan ketidakseimbangan emosi. Bahkan bisa juga meredam gejala-gejala
yang muncul akibat penyakit kronis. Beberapa tahun lalu, James Pennebaker
adalah psikolog yang dikenal sebagai penulis dan penggagas mengenai manfaat
tulisan dalam menyembuhkan trauma emosional. Dalam tulisannya, James bahkan
menyebutkan kalau tulisan yang berupa ungkapan hati pribadi seseorang bisa
meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dalam penelitian lain, bahkan ditemukan
bahwa asma dan arthritis dapat diredam dan diperbaiki dengan metode
menulis seperti ini.
Apa sebenarnya yang terjadi saat menulis sehingga
tulisan tampaknya memiliki kekuatan luar biasa menyembuhkan trauma fisik dan
psikis? James menyebutkan, ketika seseorang mulai menuliskan seluruh emosi dan
pengalamannya dalam sebuah tulisan, dia seolah menempatkan seluruh
pengalamannya itu dalam sebuah frame seperti Anda meletakkan foto diri Anda
dalam sebuah figura.
Saat itulah, Anda bisa melihat dengan jelas
masalah apa yang sebenarnya Anda hadapi. Menulis, menurut James adalah sebagian
langkah menuju tindakan refleksi. Sehingga harapannya, segala persoalan akan
bisa dianalisis atau dilihat lagi secara proporsional. Namun, kalaupun tidak
dilihat lagi, tulisan tetap membantu. Secara filosofis, langkah menulis memberi
jarak antara Anda sendiri dan masalah yang sedang dihadapi. Karenanya, seluruh
pengalaman bisa dilihat lagi dengan jelas dan Anda menjadi tidak terobsesinya
olehnya. Dengan mengambil jarak inilah, proses penyembuhan berlangsung.
Ringkasan lain tentang Tulislah, Dan Seluruh Masalahmu Akan Lenyap