Pada
saat harga
sebuah Notebook (Laptop)
masih berkisar 15-17 juta-an, ECS mengambil peluang pasar
dengan memanfaatkan ruang kosong, yaitu para
pengguna PC yang memiliki data-data yang bersifat mobile (maksudnya: senantiasa perlu dipindah-pindahkan dan disalin ke sana-sini dan ditunjukkan ke orang lain), tetapi belum memiliki cukup dana untuk membeli sebuah Notebook.
Saat itu ECS memperkenalkan sebuah perangkat yang diberi nama Desknote . Dengan bentuk serta dimensi yang menyerupai sebuah Notebook pada saat itu, hanya sedikit lebih berat, tetapi dengan ''isi'' yang sesungguhnya sebuah PC, produk tersebut dengan cepat menarik perhatian dan menjadi pilihan alternatif bagi para pengguna komputer.
Sampai sekarang pun ECS masih memproduksi Desknote, yang tentunya disesuaikan dengan perkembangan processor dan perangkat-perangkat keras lain, meskipun pada akhirnya mereka juga memproduksi Notebook. Mungkin sekarang ini orang akan berpikir lebih panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli Desknote, karena harga sebuah Notebook sudah begitu terjangkau oleh
sebagian besar pengguna komputer yang memerlukannya.
Satu hal yang patut dipikirkan barangkali adalah harga sebuah Notebook yang tetap saja masih tinggi bagi sebagian besar pengguna komputer, meskipun sudah jauh lebih murah ketimbang sebelumnya. Padahal yang menjadi inti dari Notebook tetaplah mobility -nya, yang juga dimiliki oleh sebuah Desknote.
Suatu kemungkinan baru yang menarik adalah, sebagian besar dari para pemakai Desknote di masa-masa awal produksinya, saat ini ternyata sudah beralih ke Notebook (karena mereka memang memiliki cadangan dana untuk membelinya), dan Desknote yang sebelumnya telah dibeli menjadi tidak terpakai. Setidaknya sebagian besar begitu. Padahal banyak pengguna lain yang tidak memiliki perangkat mobile semacam itu sangat membutuhkannya, tetapi mereka hanya tidak tahu ke mana harus mencarinya.
Hal tersebut disebabkan oleh popularitas Desknote yang memang kalah jauh dari Laptop/Notebook, sehingga sampai sekarang pun masih banyak orang yang tidak menyadari keberadaannya, apalagi mengetahui bahwa ada banyak Desknote second yang notabene masih bagus dan bermaksud dijual.
Nah, sekarang tinggal pertanyaan terakhir: Siapa yang ingin menangkap peluang ini?
Ringkasan lain tentang Desknote vs. Notebook