Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Teori & Kritik>Pengertian Karmina ( Pantun Kilat )

Pengertian Karmina ( Pantun Kilat )

oleh: sukarto     Pengarang : Wendi Widya RD
ª
 
  • /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";}

    Karmina merupakan jenis puisi lama yang berasal dari Indonesia.Karmina disebut juga pantun kilat.Mengapa disebut pantun kilat ?. Karmina hanya terdiri atas dua larik.Isinya juga hanya dijelaskan secara sekilas . Sama halnya dengan pantun,karmina juga berisi curahan hati.

    Karmina inilah yang dianggap dalam kesusatraan Jawa sebagai parikan.Perhatikan saja parikan dan karmina berikut:


    Parikan

    Wis suwe ora jamu, jamu pisan godhonge tela.

    Wis suwe ora ketemu, ketemu pisan gawe gela.


    (Lama tidak meminum jamu, minum jamu daun ketela.

    Lama sudah tidak bertemu, setelah bertemu bikin kecewa.)


    Santen niku toyane klopo,iwak sepat neng tengah rawa.

    Cekap semanten atur kawula, yen lepat nyuwun pangapura.

    (Santan adalah perasan kelapa, ikan sepat tinggal di rawa.

    Sekian saja pernyataan saya, jika salah maafkan beta.)


    Karmina


    Sudah gaharu, cendana pula

    Sudah tahu, bertanya pula.

    Ujung bendul, dalam semak

    Kerbau mandul, banyak lemak

    Piring tak retak, nasi tak dingin

    Tuhan tak hendak, kami tak ingin.

    Dilihat dari bentuknya, karmina hampir sama dengan pantun.Bedanya, karmina hanya terdiri atas dua larik.Pantun dan karmina sama-sama mempunyai sampiran dan isi. Pada pantun larik pertama dan kedua pantun merupakan sampiran.Larik ketiga dan keempat pantun merupakan isi. Sebaliknya, larik pertama karmina berupa sampiran.Larik kedua karmina berupa isi. Dengan melihat kenyataan di atas ciri-ciri karmina dapat disimpulkan sebagai berikut:


    1. Terdiri atas dua larik
    2. Larik pertama merupakan sampiran
    3. Larik kedua merupakan isi
    4. Bersajak aa
    5. Jika dijadikan empat larik maka bersajak abab.

  • Karmina dapat digunakan untuk menyatakan banyak hal seperti berikut:

    1. Menyindir

    Piring tak retak, nasi tak dingin

    Tuan tak hendak , kami tak ingin.


    1. Menguji ketangkasan bicara

    Gendang gendut, tali kecapi.

    Kenyang perut, senanglah hati.


    1. Mengolok-olok

    Sebaiknya jangan menggunakan karmina untuk mengolok-olok kejelekan orang lain.


    Ujung bendul, dalam semak.

    Kerbau mandul, banyak lemak.

    Diterbitkan di: 05 September, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa ada contoh yg lain ?? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang di maksud pantun kilat atau karmina ? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa pantun kilat barisnya dua Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    jenis jenisnya apa aja ya ? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    kok,cuma gitu aja.gak ada pengarang mana Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    Kok, cuma sedikit pantunnya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
    1. Jawaban  :    Soalnya jika banyak Kebanyakan ! 06 Februari 2013
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengarangnya mana Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh karmina Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    karena karmina tersebut termasuk puisi, bagaimana dengan karmina yang bertajuk monster? asal katanya karmina sebagai sesuatu yang gaib apa? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
    1. Jawaban  :    walau berjudul monster kalau bentuknya seperti karmina ya tetap saja bernama karmina bukan gaib 01 Nopember 2012
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .