Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sastra Dalam Teori

oleh: M2Akwi    
ª
 
  • Apa yang terlintas saat kita mendengar teori? Pastinya sebagian besar dari kita akan menganggap jika teori adalah sesuatu yang sangat membosankan. Banyak juga yang bilang jika teori itu sesuatu yang sangat kering dan kaku, karena di dalamnya hanya menampilkan pendapat-pendapat para ahli yang berbeda-beda. Namun tidak jarang banyak dari kita perlu akan suatu teori, sebab melalui teori, yang berasal dari para pemikir-pemikir para ahli, kita dapat mengetahui isi dunia secara lebih mudah. Tidak jarang setiap konsep-konsep yang ditawarkan teori akan sangat membantu dalam proses penelitian. Teori, bagaimanapun mutlak perlu untuk mempermudah suatu pemahaman dimana pemahaman itu akan membawa kita kepada suatu tujuan. Teori, bagaimanapun teori yang sudah kadung membosankan ditengah-tengah kita, tetapi jika sudah diaplikasikan secara tepat justru akan menjadi sangat menarik.

    Dari berbagai macam teori yang ada di dunia, salah satunya yang menarik adalah tentang teori penelitian sastra. Saat kita memutuskan untuk meneliti sastra, maka sasaran yang akan dianalisis bukan lagi tentang ke-alamiahannya namun meliputi keseluruhan objek, misalnya seperti: tema, penokohan, plot, latar, gaya bahasa, wacana naratif, emansipasi wanita, nasionalisme, dan sebagainya. Namun jika ada keberadaan objek secara alamiah, maka penelitian harus dalam kaitan karya yang bersangkutan. Dengan dipertimbangkannya suatu ciri-ciri penelitian untuk sebuah karya sastra, maka disimpulkan sebagai berikut.
    1. Karena sifat sastra yang tidak berulang dan makna yang tidak tetap yang justru memunculkan hakikat, maka hipotesis dan asumsi tidak diperlukan sebab analisis bersifat deskripsi, bukan generalisasi.
    2. Pada penelitian tertentu, misalnya saja penelitian yang akan kita libatkan adalah sejumlah produk atau konsumen maka populasi dan sampel diperlukan, tapi tidak untuk penelitian sastra.
    3. Juga tidak diperlukan adanya objektivitas yang dalam pengertian umum, peneliti terlibat secara terus-menerus.
    4. Kerangka penelitian pun sifatnya tidak tertutup, korpus data bersifat terbuka, karena itu deskripsi dan pemahaman dapat berkembang terus.
    5. Objek yang sesungguhnya bukan lagi bahasa, tetapi wacana, teks, karena bahasa sudah terikat dengan berbagai sistem komunikasinya.
  • Pada awal abad ke-20, karena terjadinya kompleksitas kehidupan manusia yang semakin pesat, maka dengan sendirinya teori sastra pun berkembang dengan berbagai macam genre yang ditawarkannya. Karya sastra sendiri fungsinya adalah untuk melukiskan kehidupan manusia, sedangkan kehidupan manusia terus mengalami perkembangan. Karena setiap genre dari sastra berbeda, dalam hubungan ini pula diperlukan teori yang berbeda untuk memahami setiap karya sastra. Hubungan karya sastra dan manusia pada umumnya, serta teknologi informasi yang menyertainya memberikan pengaruh terhadap setiap karya sastra dan perkembangan teori sastra selanjutnya.

    Hubungan ini juga tidak semata-mata memunculkan sesuatu yang positif, akan tetapi bisa memunculkan unsur negatif dimana konflik dan pertentangan selalu hadir menjadi variasi unsur pada setiap hubungan. Karena adanya variasi itulah pada gilirannya karya sastra mampu memunculkan makna-makna baru, dan penelitian yang bisa dijadikan sebagai teori-teori yang tidak terisolasi bisa terus berkembang. Banyak teori dan pendekatan untuk memahami sebuah karya sastra, dan yang paling banyak digunakan adalah Deskriptif analisis.

    Metode deskriptif analisis tergabung dari dua metode, dengan syarat tidak terjadi benturan. Teori metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta, lalu disusul dengan analisis. Metode ini mengajak kita menguraikan dan memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya. Bisa juga kita membandingkan, menguraikan suatu karya sastra, dan menarik pemahaman dari dalam ke luar.

    Yang perlu diketahui oleh kita, khazanah sastra yang sangat panjang terutama di Indonesia ini, teori sastra masih sangat kurang, minat para peneliti, baik di kalangan akademis dan masyarakat juga kurang, entah itu penelitian sastra lama ataupun sastra modern. Dengan memberikan perhatian dan penelitian terhadap sastra berarti menopang perkembangan sastra itu sendiri. Dengan adanya perkembangan penelitian dan teori sastra dimaksudkan untuk menyeimbangkan antara karya sastra dengan teori, kritik, dan sejarah sastra.
    Diterbitkan di: 16 Juni, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .