Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Teori & Kritik>Hubungan Antara Teori, Sejarah, dan Kritik Sastra

Hubungan Antara Teori, Sejarah, dan Kritik Sastra

oleh: titiksidji     Pengarang : yanris tri hersetiyanto
ª
 
Teori, sejarah, dan kritik sastra merupakan tiga hal yang berkaitan satu dengan yang lain dalam sastra itu sendiri. Jika kita membahas yang satu tidak akan lepas dari yang lain.

Teori sastra adalah teori yang mempelajari aspek-aspek dasar dalam teks sastra. Aspek-aspek tersebut diantaranya meliputi unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra. Unsur intrinsik berhubungan dengan segala sesuatu yang membangun karya sastra dari dalam diri karya itu sendiri yang berhubungan dengan bahasa sebagai sebuah sistem, konvensi sastra, kompetensi sastra, dan konvensi bahasa. Unsur ekstrinsik sendiri menunjuk pada unsur yang membangun sebuah karya sastra dari luar karya itu sendiri, seperti aliran sastra, budaya, filsafat, politik, agama, psikologi, dan sebagainya.

Sejarah sastra hanya sebagai pencatat karya-karya sastra yang ada tetapi keberadaannya telah memberikan sumbangan yang besar dalam mendeteksi perkembangan sastra. Sejarah sastra juga tidak mungkin lepas dari teori sastra. Mengapa?

Dalam kerja sejarah sastra, sastra didokumentasikan berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, pengaruh yang melatarbelakangi, isi, karakteristik, tematik, dan periode tertentu. Hal ini tentu mebutuhkan ketekunan dan ketelitian. Oleh karena itu, sejarah sastra erat hubungannya dengan kritik sastra. Logikanya, seorang kritikus sastra tidak akan lepas dari sejarah dan teori sastra dalam menjalankan fungsinya sebagai "penilai" karya sastra sehingga penilaiannya tersebut objektif.
Berdasarkan aspek kajiannya, sejarah sastra dibedakan menjadi,
1. Sejarah Genre
yaitu mengkaji karya sastra seperti puisi dan prosa.
2. Sejarah Sastra secara Kronologis
yaitu mengkaji karya sastra berdasarkan periode tertentu.
3. Sejarah Sastra Komparatif
yaitu mengkaji dan membandingkan beberapa karya sastra pada masa lalu, pertengahan, dan masa kini.

Kritik sastra sendiri tidak jauh berbeda pengertiannya dengan telaah sastra. Kritik sastra berkaitan dengan kerja penilaian terhadap suatu karya. Penilaian di sini tidak dimaksud untuk mematikan kreativitas pengarang tetapi sebagai pemecut semangat untuk berkarya semakin baik lagi. Dalam melakukan kajian terhadap karya sastra, hendaknya seorang kritikus sastra menempatkan diri pada posisi netral. Hal ini dimaksudkan supaya hasil yang dicapai dapat terjaga objektivitasnya. Untuk menjaga keobjektivitasan penilaian, maka diperlukan sebuah rambu-rambu atau sebuah patokan. Hal ini berarti mengacu pada teori-teori sastra yang ada. Selaian itu perlu juga sebuah pembanding yang berarti tidak dapat lepas dari karya-karya sebelumnya. Dalam hal ini sejarah sastra berperan juga. Jadi jelaslah bahwa antara teori, sejarah, dan kritik sastra memiliki keterikatan satu dengan yang lain.
Diterbitkan di: 09 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.