Kebakaran bisa datang kapan pun tanpa diduga dan sering berakibat fatal, merampas harta benda bahkan jiwa. Data statistik
menunjukkan lebih dari 50% penyebab kebakaran adalah listrik. Dua alasan kenapa listrik sebagai penyebabnya. Pertama, listrik dapat menimbulkan percikan api. Kedua, hampir di setiap bangunan terdapat instalasi listrik. Persyaratan ketat sebenarnya sudah diberlakukkabn sejak pemasangan instalasi listrik sampai dapat digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Lalu bagaimana cara mencegah atau menghindari terjadinya kebakaran karena konsleting listrik?
Berikut beberapa tips mencegah kebakaran akibat listrik :
1. Jangan mengotak-atik atau menyambung langsung (bypasss) peralatan pengaman baik sekring maupun MCB.
2. Jangan menumpuk steker secara berlebihan
3. Waspada terhadap tanda los kontak, seperti peralatan atau lampu sering byar-pet
4. Tidak membiarkan tusuk kontak peralatan (TV, setrika, dll) dalam keadaan terhubung dengan stop kontak dalam waktu lama.
5. Hindari menggunakan tusuk kontak terlalu longgar.
6. Serahkan pada instalatir resmi untuk pemasangan baru atau tambah instalasi listrik
7. Gunakan peralatan listrik berkualitas (umumnya berlambang LMK atau SII)
8. Periksakan instalasi listrik secara berkala, setelah 10 tahun dan kemudian setiap 5 tahun sekali.
Langkah-langkah menghindari amukan api :
1. Mengetahui penyebab kebakaran
Api menyala karena tiga unsur yang saling berkaitan: bahan bakar, sumber api dan oksigen.
2. Memisahkan material
Pisahkan material yang mudah terbakar dari sumber api, panas atau material lain yang keras.
3. Hati-hati menyambung kabel
Memasang atau menyambung kabel listrik jangan sembarangan, sangat berpotensi menyebabkan
kebakaran.
4. Membaca bahaya kebakaran
Membaca petunjuk tentang bahaya kebakaran, cara menghindari dan menanggulanginya menjadi
mutlak. Terkadang kita sering ceroboh melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran.
5. Memiliki alat pemadan kebakaran
Peralatan pencegah kebakaran tergantung pada kebutuhan dan kegunaan, umumnya dikenal Alat
Pemadam Api Ringan (APAR) dengan tabung berwarna merah, alat ini bisa dipakai di rumah atau di
kendaraan bermotor. Berdasarkan media pemadamannya APAR digolongkan beberapa jenis:
A : Air, dipakai untuk memadamkan material padat selain logam dan aparat listrik (kayu, karet,
tempurung)
AB : Media busa, bisa dipakai untuk memadamkan kebakaran seperti A dan bahan cair (minyak, bensin,
solar, dll)
ABC : Media dry chemical CO, bisa dipakai untuk memadamkan kebakaran A, B, dan instalasi listrik
(C). Masa kadaluarsa alat pemadam ini lima tahun (pakai cartridge) atau tiga tahun (tanpa
cartridge).
D : Media dry powder (bubuk) untuk memadamkan kebakaran pada bahan logam.
Yang perlu diingat lakukan pengecekan body dan lubang sembur.
Juga lakukan penimbangan, periksa expired date, dan tag inspeksinya sebulan sekali.
6. Biasakan disiplin
Tidak merokok atau menyalakan api di area yang gampang terbakar. Jauhkan korek api dari jangkauan anak-anak. Letakan lilin menyala atau obat nyamuk bakar di alas piring atau keramik. Bila terjadi kebakaran, jangan panik dan segera lakukan isolasi area kebakaran. Padamkan api dengan APAR.
Yang terpenting keselamatan diri daripada harta benda.