Sepanjang perjalanan menuju rumah untuk menyusui tadi, saya berfikir. Pantat boleh di atas motor, tapi angan-angan saya sudah
melesat kemana-mana. Lalu kompak pada satu pemikiran tentang kata CUKUP.
Pernahkah terucap ?
1. Saya belum cukup uang untuk memiliki mobil itu
2. Saya belum cukup uang untuk memiliki rumah seperti itu
3. Saya belum cukup tabungan untuk rekreasi
4. Saya belum cukup tenaga untuk mengerjakan itu
5. Saya belum cukup keberanian untuk ikut lomba itu
6. Saya tidak cukup berani menyampaikan perasaan ini kepadanya
7. Saya tidak cukup teman yang mengerti perasaan saya
8. Saya tidak cukup lainnya.....
Lalu, jika sudah punya mobil, rumah ( atau kebendaan yang lain ) pernahkah kata cukup itu berhenti sampai kata cukup pertama terkabul?
Akankah ada pertanyaan lagi ...
Saya tidak punya cukup uang untuk membeli pagar
Saya belum cukup uang untuk memodifikasi mobil saya
Saya belum cukup puas dengan hasil kerja saya hari ini
Saya telah menyampaikan perasaan saya, saya tidak cukup yakin dia mengerti benar
dst...dst...
Dimana sih sebenernya rasa cukup itu BERMULA & BERAKHIR?
Pikir saya, kata CUKUP bermula ketika kita telah melahirkan keinginan & berakhir ketika kita sudah BENAR-BENAR ngerti arti bersyukur...
Namun bukan berarti ketika kata CUKUP sudah habis, tamat juga keinginan
Kata Cukup pada dasarnya akan selalu ada selama keinginan itu masih terlahir