Apa Kewajiban Seorang Lelaki ketika Menjadi Suami?
Summary rating: 2 stars
10 Tinjauan
Kunjungan:
366
kata:
600
Diterbitkan di: Desember 25, 2007
Dalam agama Islam dijelaskan bahwa seorang suami memiliki kewajiban terhadap istri dan anak-anaknya (rumah tangga) seperti yang diuraikan dalam Al-qur’an dan Hadist. Berikut ini beberapa kewajiban tersebut.
menjadi pemimpin dalam keluarga
Ketika telah menjadi seorang suami maka laki-laki wajib dan bertanggung jawab memimpin keluarganya ke jalan yang benar dan menuju ke kehidupan yang lebih baik. Ia wajib mendidik keluarganya dan menjaga keluarganya agar terhindar dari perbuatan maksiat. Hal ini dijelaskan dalam QS. An-nisa’: 34.
memberi mahar kepada istri pada saat akad nikah
Jika seorang suami tidak memberi mahar (mas kawin) kepada istri pada saat akad nikah maka pernikahannya menjadi tidak sah. Oleh karena itu, laki-laki wajib memberikan mahar meskipun sedikit.
Lelaki yang baik adalah lelaki yang memberikan mahar dalam jumlah banyak kepada calon istrinya. Sedangkan, istri yang baik adalah wanita yang meminta mahar dalam jumlah sedikit kepada calon suaminya. Jadi, pemberian mahar ini didasarkan pada keadaan suka sama suka.
Kewajiban pemberian mahar ini dijelaskan dalam QS. An-nisa’ ayat 4 dan 24.
menafkahi istri dan keluarga
Seorang suami juga wajib memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Ia tidak boleh menelantarkan istri dan anak-anaknya begitu saja serta membiarkannya menderita. Seorang suami harus menjadi tulang punggung keluarga. Kewajiban ini dijelaskan dalam QS. Al-baqarah: 233.
memberi harta warisan kepada istri pada saat meninggal dunia
Saat meninggal pun seorang suami masih memiliki kewajiban kepada istrinya, yaitu memberikan harta warisan. Apabila suami meninggal tanpa memiliki anak, maka seperempat dari hartanya merupakan bagian yang menjadi hak istri. Namun, jika suami meninggal dan memiliki anak, maka istri hanya mendapat satu per delapan bagian. Kewajiban ini dijelaskan dalam QS. An-nisa’: 12.
merelakan harta yang telah diberikan
Seorang suami tidak berhak mengungkit apapun yang telah diberikannya kepada istri dan anak-anaknya. Ia harus merelakannya. Hal ini dijelaskan dalam An-nisa’: 20-21.
berlaku adil
Seorang suami juga diwajibkan bersikap adil dan hal ini biasanya tidaklah mudah untuk dilakukan. Tapi meskipun begitu, seorang suami harus tetap berusaha berlaku adil. Hal ini dijelaskan dalam QS. An-nisa’ ayat 3 dan 129.
menggauli istri dengan baik
Suami tidak boleh menggauli istrinya dengan cara-cara yang dapat menyakiti istrinya. Ia harus menggauli istrinya dengan baik. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-baqarah: 233 dan QS. An-nisa’: 19.
memperlakukan istri dengan lemah lembut dan menghindari sikap acuh tak acuh
Apabila berhadapan dengan istri, maka seorang suami dituntut bersikap lemah lembut dan penuh perhatian. Ia tidak boleh bersikap kasar dan acuh kepada istrinya. Hal ini dijelaskan dalam Qs. An-nisa’ ayat 19 dan 128.
menyimpan rahasia
Jika seorang istri memiliki rahasia atau keburukan/ kekurangan yang tidak pantas diketahui oleh orang lain, maka suami wajib menjaga rahasia tersebut agar tidak menjadi aib. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang artinya adalah sbb.
“Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya derajat manusia yang paling jelek bagi Allah di hari kiamat adalah orang yang bersetubuh dengan istrinya kemudian membuka rahasianya.” (HR. Muslim)
tidak menceraikan istri ketika haid
Suami tidak diperbolehkan menthalaq jika istrinya dalam keadaan haid. Ia diwajibkan menunda dan menunggu hingga masa iddah istrinya selesai.
membayar kaffarat jika mengharamkan istri
Bila seorang suami mengharamkan istrinya, maka bagi dirinya wajib membayar kaffarat.