Sebuah tradisi yang tidak bisa ditinggalkan oleh Bangsa Indonesia yaitu tradisi mudik atau pulang kampung. Setelah satu tahun bergelut
dengan berbagai macam pekerjaan, rasanya memang cukup melegakan bila ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak
saudara di
kampung halaman. Mengunjungi orangtua, sanak saudara, teman dan orang-orang yang
kita sayangi. Tradisi ini turun temurun dari ayah ibu kita atau bahkan dari kakek nenek kita. Kebiasaan yang bagus sebenarnya untuk membina silaturahmi dengan keluarga, agar tali persudaraan tetap terjaga. Mendidik juga kepada anak-anak agar
mereka tahu, dari mana mereka berasal dan siapa saudara-saudara mereka.Dengan berbagai macam kendaraan mereka berusaha agar bisa pulang kampung. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk memenuhi kebiasaan itu. Jika dihitung dengan rupiah, mungkin sayang juga uang yang telah kita kumpulkan kita habiskan sebagian untuk pulang kampung. Tapi bagi sebagian
orang akan berpikir lain, bahwa uang yang dihabiskan tentu akan sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Ada yang membawa mobil pribadi, ada yang sengaja menyewa mobil untuk sendiri atau berombongan, ada juga yang membawa motor kesayangannya sampai kampung halamannya meskipun dengan sedikit resiko.Mudik lebaran memang identik dengan Jakarta. Jadi setiap tahun memang pemudik didominasi oleh warga Jakarta yang asalnya dari berbagai daerah. Pemudik sebenarnya tidak saja berasal dari Jakarta, tapi dari berbagai daerah yang ingin merayakan lebaran di kampung halamannya.
Ringkasan lain tentang Lebaran Lagi, Mudik Lagi