Berdiam Diri dan Saling Berbagi Seputar Firman Allah.
Sebagai manusia modern, atau lebih tepatnya sebagai seorang manusia di tengah-tengah dunia modern yang terus menerus dihantui krisis multidimensi, kita seringkali merasa kesulitan menemukan waktu untuk berdoa dan berdiam diri. Dunia modern yang sedang mengalami krisis seolah mengajak kita terus berpacu dengan waktu, untuk bertindak---melakukan---meskipun kalau dipikir lagi, kita belum tentu tahu persis apa sebenarnya yang sedang kita lakukan. Pekerjaan kita, dan semua kegiatan kita, termasuk kegiatan yang kita anggap kegiatan ''rohani'', sedang membawa kita ke mana? Jauh di dalam hati sebenarnya kita sedang merindukan waktu untuk merenung, dan berdoa.
Komunitas Taize memberikan sesuatu yang lain bagi Anda: Saat Teduh Yohanes. Mengikuti jejak Rasul Yohanes, Anda diajak untuk mendengarkan suara Kristus dengan hati dan membagikannya kepada orang lain.
Metode ini mengajak kita untuk berdiam diri dan bertukar pikiran mengenai Sabda Allah yang terdengar di dalam hati. Dalam keheningan, ayat-ayat Kitab Suci dibaca dan didengarkan dengan bantuan uraian dan pertanyaan untuk setiap tema tertentu. Tak hanya dengan telinga fisik, tetapi terlebih lagi dengan ''telinga batin''. Bukan untuk meneliti apa yang ingin dikatakan Allah kepada orang lain, tetapi terlebih untuk membiarkan Sabda Allah tersebut tinggal di dalam hati dan mendengarkanNya dengan hati yang terbuka.
Melalui buku ini Anda punya kesempatan untuk berbagi dengan orang lain, tentang apa yang Anda dan mereka dengar di dalam hati.
Penerbit: BPK Gunung Mulia
Jl. Kwitang 22-23
Jakarta 10420
Telp. (021) 390 1208
Fax. (021) 390 1633
Email bpkgmtri@centrin.net.id
Website http://www.bpkgm.com
Ringkasan lain tentang Mendengarkan Dengan Hati