• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Kajian Keagamaan - Umum>Menghadirkan Wajah Mursyid Sebagai Adab yang Utama

.

Menghadirkan Wajah Mursyid Sebagai Adab yang Utama

oleh : verarl     

Pengarang : Arief Hamdani
Menurut Syeikh Alauddin Al Attar qs bihurmati habib ada beberapa adab penting yang harus diperhatikan seorang murid kepada
mursyid atau Syaikhnya, antara lain :
Dimanapun salik berada dituntut untuk bertaubat dan memperbaiki diri dengan melakukan amalan saleh, sesuai Q.S. 5:39, bahwa Allah hanya menerima taubat dari orang-orang yang taubatnya dilanjutkan dengan memperbaiki dirinya. Karena niat berkhalwat adalah untuk meninggalkan segala hubungan duniawi dan mengarahkan diri kepada Kebenaran Surgawi. Seperti halnya ketika Syah Naqsyband ketika mendapat pakaian baru, beliau akan memberikannya kepada orang lain untuk dipakai. Setelah mereka memakainya, beliau akan meminjamnya kembali. Mursyid atau Syaikh akan memaksa kita untuk murni bergantung pada Allah, bahkan bukan bergantung pada dirinya sebagai mursyid. Itu adalah tugasnya. Karena dengan terkuasainya seluruh balatentara syahwat dan hawa nafsu kita, maka kalbu kita akan semakin bening, dan kita pun pada akhirnya akan mampu mendapatkan petunjuk dari qalb kita sendiri.
 Para pakar Tarikat Naqsyabandiah sepakat membolehkan dan membenarkan dalam setiap beramal dan beribadah atau dalam keadaan lainnya, murid wajib menjaga kehadiran wajah mursyidnya, dan wajah itu senantiasa dikenang di antara kedua matanya. Adalah sangat penting menghadirkan wajah Guru Mursyid, bahkan ia termasuk adab yang paling utama dalam beramal dan berzikir kepada Allah.
Banyak manfaat yang di dapat dari mengenang dan menghadirkan wajah mursyid dalam segala aktivitas berdasar al Quran dan al Hadist di antara lain :
a. Mursyid dapat mengantarkan murid bersambung kepada Allah Swt
“ Jadilah kamu bersama Allah, apabila tidak bersama Allah maka jadilah kalian bersama orang yang sudah bersama Allah, maka sesungguhnya orang itu bisa membawamu kepada Allah “. (HR. Abu Daud)
b. Mengingat Mursyid dan bersama dengannya secara dlahir batin dapat mengantarkan murid berbuat taat kepada Allah Swt. Firman Allah dalam hadits qudsi: “ Sesungguhnya wali-wali-Ku dari kalangan hamba-hamba-Ku dan kekasih-kekasih-Ku dari kalangan makhluk-Ku yaitu orang-orang yang diingat apabila mengingat Aku dan Aku pun sekaligus ada di sana (diingat) apabila mengingat mereka “.
Memelihara adab dengan Syekh Mursyid sebaik-baiknya dengan cara ini seseorang murid akan mendapatkan Ilmu Ladunni langsung dari Allah SWT yang berbentuk makrifah karena terbukanya hijab.
Waspadalah dalam menyakiti hati para Sufi. Jika engkau menginginkan persahabatan mereka, pertama kalian harus belajar bagaimana bertingkah laku di hadapan mereka. Kalau tidak kalian akan menyakiti diri sendiri, karena jalan mereka adalah jalan yang paling lembut. Disebutkan bahwa, Tidak ada tempat di Jalan Kami bagi orang-orang yang tidak mempunyai perilaku yang baik. Jika kalian berpikir bahwa kalian telah berperilaku baik berarti kalian salah, karena memandang dirimu baik adalah suatu kesombongan.
Adab, atau perilaku yang benar dengan mengarahkan dirimu kepada Allah dan membuat jiwa-jiwa ini sebagai jalanmu (wasilah) menuju Allah , merendahkan hatimu kepada Ciptaan-Nya. Kalian merendahkan hati secara eksternal kepada Syaikh dan secara internal kepada Allah. Menunduk di hadapan orang lain tidak diizinkan kecuali kalian memandang mereka sebagai perwujudan Tuhan. Dengan demikian kerendahan hati itu tidak diarahkan kepada mereka, tetapi diarahkan kepada Tuhan yang tampak dalam diri mereka, dan itulah Tuhan.
Melindungi Hati dengan diam adalah keadaan terbaik, kecuali dalam tiga kondisi: kalian tidak boleh berdiam diri dalam menghadapi gosip buruk yang menyerang hatimu, kalian tidak boleh berdiam diri dalam mengarahkan dirimu untuk mengingat Allah , dan kalian tidak boleh berdiam diri ketika pandangan spiritual dalam hatimu memerintahkan untuk bicara.
Melindungi hatimu dari pikiran jahat sangatlah sulit, dan Aku melindungi hatiku selama 20 tahun dengan tidak membiarkan ada satu godaan pun yang memasukinya. Amalan terbaik dalam Thariqat adalah menghukum godaan dan gosip di dalam hati. Aku tidak senang terhadap beberapa murid karena mereka tidak berusaha untuk menjaga keadaan pandangan spiritual yang muncul kepada mereka.
Karena suatu keterbatasan, mohon maaf apabila kelanjutan dari tulisan ini dapat anda baca pada “Menghadirkan Wajah Mursyid Sebagai Adab yang Utama (Selesai)” yang alhamdulillah telah selesai kami rampungkan.
Diterbitkan di: Agustus 18, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.