Sebuah firman Allah yang menyatakan Bahwa :
"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk
istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS. Al-Furqaan, 25: 47).
Sejak terbangun dipagi hari tidak perlu memerlukan kondisi khusus bagi seseorang untuk mulai berpikir. Hari yang panjang terpampang dihadapan seseorang untuk memikirkan apa yang ingin dilakukan hari ini. Dan yang pertama kali yang dipikirkan adalah hal yang paling penting dilakukan hari ini.
Sebuah keajaiban yang luar biasa ketika kita terbangun dipagi hari. Dimana kita telah kehilangan kesadaran sama sekali sewaktu tidur, namun setelah terbangun semuanya kembali lagi kepada kesadaran dan kepribadiannya. Padahakl disaat ia pergi tidur, tidak ada jaminan hal ini akan kembali seperti sedia kala dipagi harinya. Coba kita pikirkan, misalnya, pada malam itu terjadi kebakaran, bencana alam atau kejadian yang lainnya yang bisa membahayakan jiwa atau merenggut nyawanya. Ingat akan semua ini, maka sikap yang paling sesuai adalah menghabiskan waktu di hari itu dengan cara yang diridhai Allah. Doa Nabi Sulaiman adalah tauladan yang baik bagi orang-orang yang beriman: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS. An-Naml, 27 : 19). Kelemahan Manusia mendorongnya untuk berfikir, kelemahan yang dimaksud adalah keharusannya mandi setiap hari untuk kebersihan tubuhnya, penampilannya, rasa lapar, rasa dahaga dan segala kelemahan lainnya. "Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Ruum, 30: 54)
Bagi orang yang berpikir tentang hal ini, usia senja adalah peristiwa yang paling nyata yang menunjukkan sifat fana dari kehidupan dunia dan mencegahnya dari kecintaan dan kerakusan akan dunia. Olehnya itu, Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Besar serta jauh dari segala ketidaksempurnaan adalah Allah, dan iapun mengagungkan kebesaran Allah. Allah menciptakan setiap kelemahan manusia dengan sebuah tujuan ataupun makna. Termasuk dalam tujuan ini adalah agar manusia tidak terlalu cinta kepada kehidupan dunia, dan tidak terpedaya dengan segala yang mereka punyai dalam kehidupan dunia. Seseorang yang mampu memahami hal ini dengan berpikir akan mendambakan agar Allah menciptakan dirinya di akhirat kelak bebas dari segala kelemahan.