Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Amil Zakat

oleh: Andaiyani4    
ª
 
Amil adalah seorang wakil mengutip biaya zakat fitrah dari orang Islam. Amil ditunjuk dari kalangan orang alim di sebuah wilayah. Kemudian nama Amil ini disahkan oleh pemerintah suatu negara. Semua pembayaran zakat fitrah yang dikumpulkan selama bulan ramadhan diserahkan ke kantor agama Islam/ Badan Amil Zakat. Setiap orang Islam wajib membayar fitrah sebelum hari raya idul fitri. Amil akan mengeluarkan kwitansi pembayaran.

1). Amil Zakat adalah semua pihak yang bertugas melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, perawatan, pencatatan dan penagihan harta zakat. Mereka ditunjuk oleh pemerintah di dalam negara Islam atau mereka diberi izin atau dipilih oleh lembaga yang diakui oleh pemerintah atau oleh masyarakat Islam untuk melakukan pungutan dan penagihan serta melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan zakat seperti mengajar masyarakat tentang hukum zakat, menjelaskan tentang sifat- sifat pemilik harta yang wajib dikeluarkan zakat dan golongan-golongan yang berhak menerima zakat, memindahkan, menyimpan, menjaga, mengembangkan serta memanfaatkan harta zakat sesuai sesuai ketentuan dan persyaratan yang telah dibuat di dalam rekomendasi pertama Simposium Masalah Zakat Selama Kali Ke-3 yang diselenggarakan oleh Perusahaan Zakat Kuwait. Yayasan-yayasan ini dan komite-komite manajemen zakat yang ada saat ini juga dianggap sebagai otoritas sedekah (zakat) dalam waktu sebagaimana yang ditetapkan di dalam syariat Islam. Oleh yang demikian Yayasan-yayasan dan komite-komite tersebut wajib mengikuti ketentuan yang diatur di dalam bagian (Amil Zakat).

2). Di antara tugas-tugas yang dipercayakan kepada amil-amil zakat ada yang berbentuk pemberian kuasa (karena terkait dengan tugas dasar dan kepemimpinan). Oleh yang demikian orang yang memegang amanah ini disyaratkan agar mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh ulama-ulama fikih di antaranya adalah: Islam, pria, jujur ​​(amanah) dan mengetahui hukum-hukum zakat di dalam lapangan kerja. Selain dari itu ada juga beberapa tugas lain sebagai bantuan yang dapat diberikan kepada orang-orang yang tidak dapat memenuhi sebagian dari persyaratan yang telah ditetapkan sebagaimana di atas seperti pekerjaan yang berhubungan dengan manajemen komputer, gudang dan perbaikan aset tetap dan sebagainya.

3). Amil-amil zakat berhak mendapatkan imbalan dari kerja mereka yaitu dari bagian golongan amil zakat yang diberikan oleh pihak yang mengangkat mereka dengan harga tidak lebih dari upah yang sama dengannya walaupun mereka bukan dari kalangan orang-orang fakir dengan memperhitungkan bahwa jumlah uang yang dibayar untuk semua amil zakat, persiapan dan pembiayaan manajemen kantor tidak lebih dari seperdelapan dari hasil pengumpulan zakat (12.5%). Perlu diperhatikan juga, amil zakat tidak bisa diangkat lebih dari kebutuhan dan sebaiknya gaji seluruh amil zakat yang ditunjuk atau sebagian dari mereka adalah diambil dari kas negara sehingga uang masuk zakat dapat diagehkan kelompok-kelompok lain yang berhak menerima zakat. d) Golongan amil zakat tidak bisa menerima segala bentuk suap, hadiah atau hebah apakah dalam bentuk barang ataupun uang tunai.

4). Memperbarui pusat penyelenggaraan Yayasan-yayasan pengembangan zakat dan kantornya dengan perlengkapan-perlengkapan, perabot dan peralatan-peralatan yang diperlukan jika alokasi untuk kelengkapan tersebut tidak dapat diambil dari sumber-sumber lain seperti perbendaharaan negara, hebah atau sumbangan-sumbangan yang lain. Ketentuan tersebut dapat diambil dari bagian yang dialokasikan kepada amil zakat sesuai kebutuhan dengan syarat kelengkapan tersebut harus memiliki hubungan langsung dengan pungutan dan pengagehannya atau memiliki hubungan dengan peningkatan jumlah penerimaan zakat.

5). Pihak yang menunjuk atau memberi izin kepada sebuah perusahaan zakat untuk beroperasi harus selalu mengamati dan mengawasinya untuk mencontohi sunnah Nabi saw di dalam kendalinya terhadap amil-amil zakat. Amil zakat harus seseorang yang jujur ​​(amanah) dan dia adalah orang yang bertanggung jawab terhadap seluruh harta zakat yang ada bersamanya malah dia bertanggung jawab untuk mengganti segala kerusakan yang terjadi disebabkan oleh invasi, kecerobohan dan kelalaiannya.

6). Amil-amil zakat harus menghiasi diri dengan adab-adab Islam secara umum seperti sopan santun, lemah lembut terhadap orang-orang yang mengeluarkan zakat, selalu berdoa kepada mereka dan juga kepada orang-orang yang berhak menerima zakat, mengajar tentang hukum-hukum zakat dan menjelaskan kepentingannya di dalam masyarakat Islam untuk mencapai kesatuan masyarakat dan mengagehkan zakat secepat mungkin kepada golongan-golongan yang berhak menerima zakat.
Diterbitkan di: 16 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kapankah waktu paling cepat dan paling lama seorang muzaki menyerahkan zakatnya kepada amil ataupun langsung kepada orang yang berhak menerima zakat Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    zakat fitrah kapan waktu paling cepat dan paling lama diserahkan kepada yang berhak menerima Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.