Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Masa KANAK – KANAK YESUS

oleh: AdrianusBai    
ª
 
MASA KANAK – KANAK YESUS

ASAL DAN TUJUAN KISAH MASA KANAK-KANAK YESUS

Hanya Matius dan Lukas yang memulai Injilnya dengan kisah masa kanak-kanak Yesus, alasannya :

Karena rasa ingin tahu tentang asal-usul Yesus yang disembah dan dipuja sebagai Tuhan dan Anak Allah.

Karena bagi mereka, kisah masa kanak-kanak Yesus merupakan “kabar baik” yang harus disampaikan kepada orang lain.

Menurut Matius, Maria dan Yusuf tinggal dirumahnya di Betlehem (Mat 2:11). Karena kedatangan orang-orang Majus dari Timur, Herodes membunuh anak-anak di Betlehem dan keluarga kudus melarikan diri ke Mesir. Karena Arkhilaus putra Herodes menggantikan ayahnya di Yudea, maka Yusuf takut kembali ke Betlehem. Yusuf membawa kanak-kanak Yesus beserta ibu-Nya ke Galilea ke kota Nazaret.

Lukas menceritakan bahwa Maria dan Yusuf tinggal di Nazaret dan tinggal di Betlehem untuk sementara waktu karena harus mendaftarkan diri ke kota asalnya, pada waktu diadakan sensus penduduk oleh Roma. Di Betlehem, Maria melahirkan seorang anak dibungkus kain lampin dan dibiarkan dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka. Dari hal ini tersirat bahwa mereka tidak memiliki rumah di Betlehem. Lukas juga menceritakan bahwa keluarga kudus dengan aman dari Betlehem melalui Yerusalem ke Nazaret. Dalam kisah Lukas tidak ada kisah orang majus dari Timur, pembunuhan anak-anak, dan pengusiran ke Mesir.

Ada 2 pokok utama yang menjadi nilai atau ajaran serta pesan religius yang mau disampaikan oleh kedua penginjil dalam kisah masa kanak-kanak, yaitu :

Identitas Yesus

Persamaan antara Matius dan Lukas mengenai identitas Yesus, antara lain:

Matius dan Lukas sepakat dalam silsilah, bahwa Yesus melalui Yusuf adalah keturunan Daud. Menurut hukum Yahudi,dengan mengakui Yesus makaYusuf menjadi ayah-Nya yang sah.

Matius dan Lukas sependapat bahwa Maria mengandung Yesus bukan karena hubungan seksual dengan Yusuf, melainkan karena daya cipta Roh Kudus. Maka Yesus adalah benar-benar Anak Allah. Identitas ganda ini (Anak Daud dan Anak Allah merupakan unsur penting dalam injil sebagaimana dipahami dalam Perjanjian Baru. Identitas ganda ini, juga terdapat dalam surat Paulus, misalnya Roma 1:3-4. Hanya saja dalam Paulus keputraan karena Roh Kudus dihubungkan dengan kebangkitan. Di tempat lain Anak Allah dan anak Daud dihubungkan dengan baptisan Yesus (Luk 3:21). Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa ketika jemaat Kristen merenungkan kehidupan Yesus, moment-momen penting dari hidup Yesus (kebangkitan, pembaptisan, kelahiran, bahkan perkandungan-Nya) dimanfaatkan untuk menerangkan identitas-Nya sebagai Mesias atau Raja yang diurapi dari keluarga Daud dan Anak Tunggal Allah, karena Roh Kudus.

Dalam Matius dan Lukas, identitas Yesus dinyatakan oleh Malaikat, utusan Allah. Dalam Mat 16:16-17, pengakuan Petrus terhadap Yesus sebagai Mesias, Anak Allah ditanggapi oleh Yesus dengan ucapan bahagia dan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena Bapa di Surga. Dalam kisah pembaptisan Markus, Matius, dan Lukas, suara Allah berbicara dari surga mengenai Anak-Nya. Jadi, ada suatu pengertian dasar bahwa identitas Yesus diwahyukan oleh Allah bukan dari kesimpulan yang dibuat oleh manusia.

Kedua penginjil sepakat bahwa identitas Yesus harus diberitahukan kepada orang lain, karena dalam rencana Allah ada orang lain yang tidak terduga ingin menerimanya.

Dalam kisah masa kanak-kanak Yesus, ada peringatan bahwa tidak semua orang akan menerima Injil khususnya mereka yang seharusnya merindukan-Nya. Orang-orang Majus tanpa ragu-ragu datang menyembah Yesus (Mat 2:9), tetapi Raja Herodes dan Imam-Imam kepala serta para Ahli Taurat yang memiliki warisan Yahudi malahan sangat bermusuhan dengan Yesus.

Lukas menggambarkan bahwa Para Gembala, Simeon, dan Hana bergembira karena kelahiran Juru Selamat yaitu Kristus (Luk 2:11), namun sekaligus ada peringatan keras bahwa anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan (Luk 2:34-35). Dengan kata lain, palungan Natal terletak dibawah bayangan salib.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kisah masa kanak-kanak Yesus dalam Matius dan Lukas merupakan Injil yang lengkap sebab memuat pernyataan lengkap tentang identitas Yesus dan bagaimana identitas itu harus diberitahukan kepada orang lain, dimana akan ada orang yang menerimanya dengan gembira tetapi ada juga yang menolaknya dengan rasa benci.


Perwujudan Sejarah Israel.

Pada waktu Matius dan Lukas menulis Injil, Kitab Suci Jemaat Kristen adalah Perjnjian Lama, yang oleh orang Yahudi disebut “Taurat, Nabi-nabi, dan Kitab-kitab lain”.

Bagi Matius dan Lukas, kisah masa kanak-kanak Yesus itu sebagai peralihan dari kitab suci Yahudi kepada kisah pelayanan Yesus. Para penginjil mengambil inti dari cerita-cerita dan motif-motif Perjanjian Lama karena mereka merasa tidak mungkin memahami Yesus tanpa persiapan semacam itu.

Matius memulai Injilnya dengan kisah asal-usul Yesus (Mat 1:1-17). Daftar nama dalam silsilah itu secara singkat mengulang kisah para Bapa Bangsa, munculnya serta jatuhnya kerajaan mulai dari Daud sampai pembuangan ke Babilonia.

Kisah Matius tentang kelahiran Yesus mengingatkan kembali akan kisah pembebasan orang Israel dari Mesir.

Yusuf Ayah Yesus, jelas mengingatkan kita akan Yusuf Perjanjian Lama yang menerima pernyataan Allah melalui mimpi dan pergi ke Mesir serta menyelamatkan keluarga.

Raja Herodes yang jahat menggambarkan Raja Firaun yang jahat yang membunuh anak laki-laki Ibrani. Tetapi, Allah melindungi hidup seorang anak yang akan menyelamatkan bangsanya (Musa = Yesus).

Dalam kisah Musa, orang Majus Bileam datang dari Timur dan melihat bintang raja Daud terbit atas Israel (Bil 22-24). Begitu juga setelah kelahiran Yesus, orang-orang Majus datang dari Timur setelah melihat bintang Raja Orang Yahudi.

Hal yang yang sama juga diperlihatkan oleh Lukas, hanya saja caranya yang berbeda dan lebih halus dari Matius. Zakharia dan Elisabet, orang tua Yohanes Pembaptis digambarkan serupa dengan Abraham dan Sara. Utusan yang menyampaikan wahyu adalah Gabriel.

Dengan demikian, Lukas mencakup seluruh Perjanjian Lama. Pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis dan Yesus menggemakan pemberitahuan tentang kelahiran dalam Perjanjian Lama.

Keempat madah (kidung Maria, kidung Zakharia, kemuliaan, dan kidung Simeon) merupakan mosaik karangan Perjanjian Lama yang dari ayat ke ayat sejajar dengan ayat-ayat dari kitab Nabi-nabi dan Mazmur.

Persembahan anak Yesus oleh Maria di Bait Allah menggemakan persembahan Samuel oleh Hana di tempat suci ( 1 Sam 1:24-28).

Dalam kisah masa muda Yesus, mulai dari penyunatan-Nya sampai Ia dibesarkan di Nazaret terdapat refrein yang tetap bahwa segala sesuatu dikerjakan menurut hukum Allah.

Bagi Lukas kisah masa kanak-kanak menjembatani Kitab Suci Yahudi dengan Injil Yesus. Di jembatan itu tokoh-tokoh Perjanjian Lama seperti Zakharia, Elisabet, Simeon, dan Hana bertemu dengan tokoh-tokoh Injil seperti Yohanes Pembaptis, Maria, dan Yesus.

Dari kisah masa kanak-kanak Yesus yang terdapat dalam Injil Matius dan Lukas ditegaskan bahwa Yesus adalah Putera Allah dan Putera Daud. Sebagai Putera Daud,

Diterbitkan di: 15 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.